Pulau Jawa sangatlah banyak menyimpan Mitos, diantaranya adalah Lelaki Sunda tidak boleh menikah dengan Wanita Jawa, alasan yang disebutkan dalam mitos ini karena:
1. Pihak Sunda merasa lebih tua dan terhormat dari pihak Jawa, pernyataan ini diambil dari leluhur kerajaan Sunda lebih lama dari kerajaan Jawa berdirinya.
2. Pihak Sunda merasa harga dirinya dihina dan dilecehkan akibat terjadinya Perang Bubat yang terjadi sekitar 7 abad yang lalu (Selasa Wage, tanggal 4 September 1357) antara kerajaan Jawa dan kerajaan Sunda Galuh yang mana dalam perang tersebut para putra-putri kerajaan Sunda Galuh habis dibantai kerajaan Majapahit.
Bisa dilihat disini: Babad Sunda
Sebaliknya, Gadis Sunda malah sengaja disuruh dan dibiarkan Matre atau bersikap seperti wanita yang Su'ul-khuluq (ber-akhlak buruk) jika menghadapi Pria Jawa, alasannya seperti dalam mitos "Supaya tidak terjadi dan tidak terulang kembali wanita sunda dipinang oleh lelaki jawa". didikan yang aneh.. wkwkwk..
Kita beri Garis Bawah sree_______________________________t hehehe.. ^_^
ternyata alasannya hanya karena masalah "Harga Diri", tapi selebihnya saya tidak tahu, mungkin saja pernah terucap sumpah dari seseorang yang mempunyai "Ilmu Tinggi" yang mengatakan "Jika Lelaki Sunda menikah dengan Wanita Jawa maka ikatan pernikahannya tidak akan Langgeng", mungkin saja kan kalau sumpah ini pernah terucap dari mulut Leluhur orang Sunda atau Jawa yang Sakti dan Sakit Hati karena beban akibat dari peperangan yang terjadi..? yang jelas saya orang yang percaya dengan hal ghoib, termasuk kutukan semacam ini, hehehe..
Ironisnya, orang tua dari kalangan Sunda dan Jawa sangat percaya dan selalu mencegah anak-anaknya agar tidak melanggar mitos ini, sampai-sampai jika terjadi pernikahan serupa, si orang tua tidak akan Ridho dengan pernikahannya, jadi gimana..? Ridho / Restu orang tua atau Mitos yang lebih penting..? wkwkwkwk.. pusing saya, ini mah udah jelas yang salah itu pemikiran orang tua dan kelakuan anak-anaknya, kudu dilurusin dengan cara-cara islami, buktinya banyak teman-teman dan saudara saya lelaki sunda yang menikah dengan wanita jawa atau sebaliknya, yang Alhamdulillah mereka semua sakinah, rukun dan damai. tentunya dengan dilandasi dan didasari oleh pengetahuan hukum agama yang kuat.. :)
Bisa diambil kesimpulan untuk Solusi mitos diatas, bahwa kita harus berkomitmen dalam rumah tangga:
- Saling Setia.
- Saling menghargai.
- Bimbing keluarga dengan cara-cara Islami.
- Ketahuilah bahwa Wanita memang di "bawah" Lelaki.
- Taat kepada Suami sesuai aturan Islam.
- Saling menghormati.
- Saling sabar.
- Jangan mau kalah sama Mitos.
- Saling pengertian.
- Saling memaafkan.
- Buang jauh-jauh rasa Gengsi.
- Komunikatif.
- Memahami Sifat satu sama lain.
- Jangan berbicara dengan nada tinggi.
- Boleh marah tapi harus dengan nada rendah.
- Saling mendorong kearah yang lebih baik dengan perbuatan jika ada yang "jatuh" lalai dalam ibadah.
- Jangan ada pihak ke-3 walaupun sekedar teman curhat, usahakan curhat hanya dengan suami atau istri walaupun sangat pahit terdengar (intinya sih harus terbuka).
- Jangan sampai masalah pribadi dalam rumah tangga terdengar oleh tetangga, teman, mertua atau orangtua, apalagi wartawan infotainment.
- Jujur dan terbuka, tidak mengurangi dan melebih2i (apa adanya).
- Masalah materi harus dibicarakan dengan baik.
- Ingatlah pengorbanan yang telah dilakukan di masa lalu oleh leluhur kita.
- Nih saya kasih tambahan : Kunci Langgeng Rumah Tangga.
ah.. buat saya sih yang penting se-Aqidah saja lah, saya sendiri Asli orang Sunda dan Alhamdulillah dapet istri yang Sholihah Asli Jawa, hehehe.. ^_^ Gak kenapa-kenapa tuh..
Oleh: Andy A.Fairussalam










saya juga pernah diceritain ama orang jawa, kalau lelaki jawa agak gimana ya ngomongnya hmmm lebih baik tidak menikah dengan wanita sunda karena sifat dari wanita sunda.
BalasHapusdari situ agak menyimpulkan suku jawa dan sunda lebih baik tidak dipertemukan dalam pernikahan, yah begitu kata orang dulu.
entahlah, saya sih diceritain sama eyang saya juga kayak gitu.. tapi semakin kesini, alasan utama kenapa orang jawa jangan menikahi orang sunda tuh lebih kepada beda prinsip.. orang sunda kata eyang saya matre-matre, suka morotin, sedangkan orang jawa tuh kan "semeleh" jadi emang ujungnya tar ngerasa tertindas..
BalasHapusitu kata eyang looh..
haduh.. kacau beliau.. wkwkwkwk
BalasHapusbener juga sih, yang terjadi dilapangan memang seperti itu, saya sebagai orang sunda dengan perasaan ngenes dan berat hati mengakui, Ya.. sebagian besar memang itulah kenyataan yang terjadi saat ini, wkwkwkwk.. kacau..
oww.. bukan cerita putri diah pitaloka itu yah?
BalasHapusjdi ingat jaman dulu di kampus, pas pkl di subang, ada 2 temen yg cinlok. tp ujung2nya g berani komit gra2 cowonya sunda, cwenya jowo. cckkckckkckck..
* di babat tanah jawi, kayaknya juga ada deh cerita cam ini. :D
iya, itu putri galuh..
BalasHapuspada takut sama mitos ya.. :D
jangan mau kalah sama mitos ah..
Saya baru dengar.. dasar kuper .. ^^
BalasHapusassalamualaikum kang...
BalasHapushayu dah merit, ta restuin..(halah...)
cepet kirimin undangan ya
###komen ga mutu### :D
Ooohh..... jadi begitu ya...
BalasHapussip, sip.... makasih infonya :D
*ikutan nimbrung*
BalasHapusSaia pribadi tidak mengerti, kenapa orang sunda dan jawa dilarang bersatu? lalu, ada juga larangan begini, jangan pernah menikahi lelaki sunda, bla..bla..bla.. ada yang aneh ya? oya, sekedar ingin tahu nih, kebetulan saia pribdai bukanlah ketrunan sunda, jadi ketika org2 mengatakan ,"lelaki sunda itu senang berpoligami (maaf) dan ada yang bersifat kasar terhadap istrinya?" apakah itu benar? Melihat sekeliling lingkungan dan tetangga saia yang sunda bersifat seperti itu, sehingga memunculkan spekulasi diantara warga sekitar... wallahu'alam...
Mitos itu sampai saat ini masih sangat dipercaya oleh kebanyakan orang tua kita salah satunya ibu saya.
BalasHapusKonflik itu terjadi sekitar tahun 1995-1996, saya berkeyakinan tidak ada larangan untuk nikah dengan perempuan jawa sementara Ibu bersikap tidak ada kompromi bersikukuh melarang saya menikah berdasarkan keyakinannya...
Konflik keyakinan semakin memuncak ketika saya hampir nekad melangsungkan pernikahan walau dengan resiko saya tidak diakui lagi sebagai anaknya... berbulan-bulan lamanya tetap tidak ada solusi.
Akhirnya saya minta nasehat kepada seorang Ulama (Almarhum guruku... Rohimahulloh..) Beliau memberikan tausyiyah singkat dengan kata-kata; "TONG BORO MASIH KABOGOH, SANAJAN GEUS JADI PAMAJIKAN..KUMANEH MASIH BISA DIGANTI, TAPI ANU NGARANA INDUNG SORANGAN NEPI KAIRAHA BAE OGE MOAL BISA DIGANTI"
Lama juga saya mencerna tausyiyah tersebut, dan pada akhirnya saya menyimpulkan bahwa; kalau kita mencari hukum syara maka tidak ada larangan sekaligus tidak ada anjuran pernikahan antara Sunda dan Jawa. Sementara RIDHA ORANG TUA mutlak kita dapatkan "Ridhalloh fi Ridhal Walidain wa Suhthulloh fi Suhthil Walidain"
Oleh karena itu saya sangat setuju mitos tersebut menyesatkan... tetapi juga jangan pernah mengabaikan RIDHANYA ORANG TUA.. (wallohu a'lam)
@pppm: hehehe.. bener mas, dan harusnya ibu juga dikasih tausiyah tuh biar ngerti ^_^
BalasHapusJadi sejarahnya seperti itu y menjadikan mitos masyarakat jaman dulu yang masih melekat hingga sekarang tentang perempuannya jawa dengan lelakinya sunda. Nah jika sebaliknya?
BalasHapushmm.. jadi khawatir mengikis akidah kita akhirnya T.T
Yah, aku sedih dong kalo gitu :(
BalasHapuspacar aku sunda, akunya jawa ?? haha ..
tapi, au ga percaya, karna sebelumnnya dikeluarga aku gapenah ada perang antar suku jawa+sunda, malahan bapa aku jawa, mama aku sunda loh ! :D
Menurutku ya, karena aku anak perkawinan campuran (Sunda-Betawi-Jawa-Madura), ya itu tergantung cara kita memahami bagaimana nanti rumah tangga yang kita punya. Komitmen memang urusan yang sulit, tetapi diusahakan jangan coba-coba berkomitmen apalagi belum tentu dapet restu.
BalasHapuswaduuuuhh...kok perasaan saya makin ga enak baca ini ya mas andi???wahahahaha,,, :P
BalasHapusTenang.. tenang.. namanya juga mitos.
BalasHapustergantung penilaian masing2 individu.... mitos ini sudah mulai luntur klo saya lihat....
BalasHapuswakakakkkk..ada yang ga enak hatinya tuh.. **nglirik ke nick :p
BalasHapus@ALL: jangan pada mau dikalahin sama mitos ah.. :D
BalasHapushehe..memang ada ya Mas yg sukanya bercerita masalah keluarganya ke wartawan infotainment....
BalasHapusnice post...it's nice be a good wife
mungkin mitos itu trjadi ma q kali.. hahaha.
BalasHapusaku org jawa tulenn,,,ckck
kmren ak bru ptus ma mntan gw yg org sunda.. tpatnya cikampek...
gk tw sich alesannya ap..
tpi ktnya gue gk bleh pcran ma dia kt ortunya..
blng nya sich.. kagak bleh ad hubungan ma org jawa...
prsaan kolot bgt yak .. pmikirannya
@craft: itu kalangan artis :D
BalasHapus@devi: itu dia susah ngejelasinnya, seolah sudah menjadi sebuah penghinaan jika Pria sunda menikahi Wanita jawa, tapi tergantung Pribadinya sih, kalo didikan islamnya dalem sih gak bakalan takut ma mitos kaya gini, asal jangan nikah ma yahudi aja.. :D
Salam alaikum, alhamdulillah..saya sunda dan istri jawa.. tiada masalah karena yang penting seakidah. :D
BalasHapusMitos yang beginian bisa tergolong syirik khafi (halus), wajib kita basmi bersama2 dan..saya setuju dengan solusi yang Agan tawarkan di sini. :)
waduh nembe terang kitu ning kang. Panyateh biasa biasa wae sunda-jawa teh :D
BalasHapusMasih 17 tahun lagi...
BalasHapusIni pengalaman Pribadikah,..??
BalasHapus"Ana inda dzanni abdibi"
hati kita cenderung pada mitos, insya Allah akan terjadi, tapi kalo kita tempatkan mitos sebagaimana mestinya, insya Allah akan aman2 aja, setuju dgn solusi yg diberikan kang Andy...
Assalamu'alaikum.. sekedar meyakinkan saudara-saudari bahwa mitos yang tidak sejalan dengan akidah sebaiknya jangan diambil hati, saya sendiri Jawa ningrat tapi suami saya orang sunda yang masya Allah baik dan sabar melindungi saya, so..
BalasHapusBismillah saja yang beda suku karena jodoh, mati ditangan Allah SWT :)
byk perbedaan watak,sifat,kebiasaan,budaya jd kalo g mo repot kawin mending satu suku aj?
BalasHapusTp jgn lgsg katakan kolot para orang tua,para
orang tua lebih byk mkn asem garam dripda kita...jd pengalaman hidupnya lebih byk bsa bljr dan mengambl hikmahnya
haaahh... Aq nie yg jd korban mitos itu ... Q orang sunda cwe q jawa bpknya nga stju krna q snda.... Tp q disuruh brjuang nie bwt tklukn bpknya.... Yh yg pnting q brusha... Bismillah...
BalasHapusWahh,jodoh ditangan tuhan aja deh :), drpda kalah sama mitos,,
BalasHapusLoh.. Koq Bisa Githu yah.. :)
BalasHapusada - ada ajhaaa....
Hehehe. . . Ceritanya sama yang pernah saya denger2 dari urang-orang tua. . . tapi sekarang bener kata mas Andy, sekarang tergantung sama orangnya dan yang penting se-Aqidah. soalnya si Nihayatuzzin orang tuanya jawa dan sunda, hehee mantaph . . .
BalasHapusUtk org jawa yg mau nikah sm org sunda, sebaiknya dipikir pikir dulu, Ini pengalaman pribadi saya. Saya perempuan jawa menikah dengan lelaki sunda, sangat sulit sekali saya menjalaninya. Watak orang jawa dan sunda memang berbeda, kalau dipaksakan menikah maka pasangan yg berasal dari jawa akan tertindas dan tersiksa, ini karena karakter orang jawa yang nrimo, mengalah, diam dan mau prihatin lalu ketika dipertemukan dengan orang sunda yang berkarakter suka mendominanisasi, penuntut, matre maka akan sangat mudah terjadi perceraian.
BalasHapusPandangan saya, perempuan sunda lebih menyukai lelaki jawa daripada lelaki sunda dikarenakan sikap giatnya dalam bekerja dan tidak pelit dalam hal menafkahi, sehingga harta akan lebih banyak mengalir ke keluarga perempuan, yg mengakibatkan pemborosan dan kemiskinan.
Sebaliknya, jika persempuan jawa menikah dengan lelaki sunda, maka sifat nrimo, sabar dan mengalah perempuan jawa akan dimanfaatkan oleh pihak lelaki sunda yg malas bekerja namun penuntut dan keluarga lelaki sunda pun akan lebih mudah untuk mendominanisasi, mendikte keluarga anaknya/adiknya yang sunda.
Maka sebaiknya lelaki jawa menikah dengan perempuan jawa, karena mereka akan saling melengkapi, yang suami giat bekerja, istri dirumah bersikap sederhana, nrimo dan mau prihatin, jika begitu maka ekonomi keluarga akan mapan dan bahagia.
Fakta yang terjadi bahwa saat ini perceraian banyak terjadi di daerah jawa barat.
@Nia Agustin: tergantung Pribadinya masing2, gak semua pasangan Sunda-Jawa ngalamin hal seburuk itu kan? dan perceraian banyak terjadi di daerah jawa barat, tapi bukan orang sunda doang kan? dan itu pun karena tidak adanya Dasar pendidikan islami (Fiqh) yang dijadikan pedoman rumah tangganya kan? kalo masing-masing punya pegangan, pedoman/landasan, pasti pada nyadar diri, tau harus bersikap dan berbuat yang sesuai dengan Aqidah..
BalasHapusjangan menyalahkan lawan karena terlahir sebagai si Sunda atau si Jawa ya.. :D
kasihan yha
BalasHapusaku orang yang percaya mitos
BalasHapustapi gag 100%
kalau di lihat lihat,cew sunda emank matre
kalau di tempat saya gak kayak gtu mas.
BalasHapuskalau yang laki sunda trus perempuan jawa malah gak apa...
trus kalau yang laki jawa trus perempuan sunda malah gak boleh...
alasannya karna tahta orang sunda lebih tinggi ketimbang orang jawa gak tau juga tahta apa
trus karna sifat orang sunda yang selslu ingin memimpin
ini emang sering ane liat di daerah saya ya kayak gtu,
wah aku seorang lelaki jawa yg punya kekasih keturunan dari ayah sunda dan ibunya bengkulu ,,gmana tuu fihak pacar saya sudah pengen segera d nikahi,,,,jadi dag dig duk liat smua comentar
BalasHapusPakdhe saya (jawa) menikah dengan Budhe saya (Sunda) dan pernikahan mereka tidak langgeng, entah emang kebeteulan atau mitos, itu yang terjadi. :)
BalasHapusAHa... pada rame ngomongin sunda ma jawa neyh. nah, aku hasil dari ketununan jawa dan sunda? bpk ma ibuk masih romantis aja.
BalasHapushmmm...seru juga pembahasannya. Alhmdulilah makasih ya teman2 saya jujur saya malah ga ngerti sama sekali tentang mitos ini. Posisi saya saat ini adalah lagi pdkt sama cowo sunda, si cowo yang lebih dulu mengangkat topic ini dan itu juga yang membuat saya jadi pengen tau apa lebih tau tentang ini. tpi keyakinanku adalah didalam agama islam wanita dinikhi karna 4 perkara, hartanya, kecantikannya, nasabya dan agamanya. tidak ada larangan dengan suku tertentu.
BalasHapus