Mitos Pernikahan Wanita Sunda dan Lelaki Jawa

Pulau Jawa sangatlah banyak menyimpan Mitos, diantaranya adalah Wanita Sunda tidak boleh menikah dengan Lelaki Jawa, alasan yang disebutkan dalam mitos ini karena:

1. Pihak Sunda merasa lebih tua dan terhormat dari pihak Jawa, pernyataan ini diambil dari leluhur kerajaan Sunda lebih lama dari kerajaan Jawa berdirinya.
2. Pihak Sunda merasa harga dirinya dihina dan dilecehkan akibat terjadinya Perang Bubat yang terjadi sekitar 7 abad yang lalu (Selasa Wage, tanggal 4 September 1357) antara kerajaan Jawa dan kerajaan Sunda yang mana dalam perang tersebut para prajurit dan putra-putri kerajaan Sunda gugur melakukan belapati.

Bisa dilihat disini: Perang Bubat

Kenyataan yang ditemui saat ini, Gadis Sunda malah sengaja disuruh dan dibiarkan Matre atau bersikap seperti wanita yang Su'ul-khuluq (ber-akhlak buruk) jika menghadapi Pria Jawa, Keluarga Jawa pun mengajarkan kepada anak-anak Lelakinya agar tidak Jatuh Hati kepada Wanita Sunda dengan menjelek-jelekkan sikap, watak dan sifatnya, Alasannya seperti dalam mitos "Supaya tidak terjadi dan tidak terulang kembali Wanita Sunda dipinang oleh Lelaki Jawa". didikan yang aneh.. wkwkwk..

Kita beri Garis Bawah sree_______________________________t hehehe.. ^_^
Ternyata alasannya hanya karena masalah "Harga Diri", tapi selebihnya saya tidak tahu, mungkin saja pernah terucap sumpah dari seseorang yang mempunyai "Ilmu Tinggi" yang mengatakan "Jika Wanita Sunda menikah dengan Lelaki Jawa maka ikatan pernikahannya tidak akan Langgeng", mungkin saja kan kalau sumpah ini pernah terucap dari mulut Leluhur orang Sunda atau Jawa yang Sakti dan Sakit Hati karena beban akibat dari peperangan yang terjadi..? yang jelas saya orang yang percaya dengan hal ghoib, termasuk kutukan semacam ini, hehehe..
 
Ironisnya, orang tua dari kalangan Sunda dan Jawa sangat percaya dan selalu mencegah anak-anaknya agar tidak melanggar mitos ini, sampai-sampai jika terjadi pernikahan serupa, si orang tua tidak akan Ridho dengan pernikahannya, jadi gimana..? Ridho / Restu orang tua atau Mitos yang lebih penting..? wkwkwkwk.. pusing saya, ini mah udah jelas yang salah itu pemikiran orang tua dan kelakuan anak-anaknya, kudu dilurusin dengan cara-cara islami, buktinya banyak teman-teman dan saudara saya wanita sunda yang menikah dengan lelaki jawa atau sebaliknya, yang Alhamdulillah mereka semua sakinah, rukun dan damai. tentunya dengan dilandasi dan didasari oleh pengetahuan hukum agama yang kuat.. :)

Bisa diambil kesimpulan untuk Solusi mitos diatas, bahwa kita harus berkomitmen dalam rumah tangga:
  • Saling Setia.
  • Saling menghargai.
  • Bimbing keluarga dengan cara-cara Islami.
  • Ketahuilah bahwa Wanita memang di "bawah" Lelaki.
  • Taat kepada Suami sesuai aturan Islam.
  • Saling menghormati.
  • Saling sabar.
  • Jangan mau kalah sama Mitos.
  • Saling pengertian.
  • Saling memaafkan.
  • Buang jauh-jauh rasa Gengsi.
  • Komunikatif.
  • Memahami Sifat satu sama lain.
  • Jangan berbicara dengan nada tinggi.
  • Boleh marah tapi harus dengan nada rendah.
  • Saling mendorong kearah yang lebih baik dengan perbuatan jika ada yang "jatuh" lalai dalam ibadah.
  • Jangan ada pihak ke-3 walaupun sekedar teman curhat, usahakan curhat hanya dengan suami atau istri walaupun sangat pahit terdengar (intinya sih harus terbuka).
  • Jangan sampai masalah pribadi dalam rumah tangga terdengar oleh tetangga, teman, mertua atau orangtua, apalagi wartawan infotainment.
  • Jujur dan terbuka, tidak mengurangi dan melebih-lebihi (apa adanya).
  • Masalah materi harus dibicarakan dengan baik.
  • Ingatlah pengorbanan yang telah dilakukan di masa lalu oleh leluhur kita.
  • Nih saya kasih tambahan : [ Kunci Langgeng Rumah Tangga. - Download 579,1KB ]

    Ah.. buat saya sih yang penting se-Aqidah saja lah, saya sendiri Asli Orang Sunda dan Alhamdulillah dapet istri yang Sholihah Asli Jawa, Cantik lagi.. hehehe.. ^_^
    1. saya juga pernah diceritain ama orang jawa, kalau lelaki jawa agak gimana ya ngomongnya hmmm lebih baik tidak menikah dengan wanita sunda karena sifat dari wanita sunda.
      dari situ agak menyimpulkan suku jawa dan sunda lebih baik tidak dipertemukan dalam pernikahan, yah begitu kata orang dulu.

      BalasHapus
      Balasan
      1. siiip...setuju.....sundanis :d

        Hapus
      2. ini fitnah yang menjadi mitos @-)

        Hapus
      3. ini taii, semua tergantung pribadi masing-masing.

        Hapus
      4. Padahal Saya suka cewek yang bisa ngomong Sunda.

        Hapus
      5. Emang lelaki jawa ngomongnya gimana.? Ah.. Ada2 ajh ^^


        Hapus
    2. entahlah, saya sih diceritain sama eyang saya juga kayak gitu.. tapi semakin kesini, alasan utama kenapa orang jawa jangan menikahi orang sunda tuh lebih kepada beda prinsip.. orang sunda kata eyang saya matre-matre, suka morotin, sedangkan orang jawa tuh kan "semeleh" jadi emang ujungnya tar ngerasa tertindas..

      itu kata eyang looh..

      BalasHapus
      Balasan
      1. sedih ya kalo masih ada yang berfikir orang sunda boros dan matre, bukannya karakter seseorang itu berbeda2.
        awal oktober aku juga harus berpisah krn aku asal sunda, padahal slm hubungan aku ga pernah brantem, kami saling menyayangi dan berencana menikah. tp krn ibunya dia kolot, dan dia sangat berbakti, aku harus rela sakit sampai sekarang. :(

        Hapus
    3. haduh.. kacau beliau.. wkwkwkwk
      bener juga sih, yang terjadi dilapangan memang seperti itu, saya sebagai orang sunda dengan perasaan ngenes dan berat hati mengakui, Ya.. sebagian besar memang itulah kenyataan yang terjadi saat ini, wkwkwkwk.. kacau..

      BalasHapus
    4. oww.. bukan cerita putri diah pitaloka itu yah?

      jdi ingat jaman dulu di kampus, pas pkl di subang, ada 2 temen yg cinlok. tp ujung2nya g berani komit gra2 cowonya sunda, cwenya jowo. cckkckckkckck..
      * di babat tanah jawi, kayaknya juga ada deh cerita cam ini. :D

      BalasHapus
    5. Saya baru dengar.. dasar kuper .. ^^

      BalasHapus
    6. assalamualaikum kang...
      hayu dah merit, ta restuin..(halah...)

      cepet kirimin undangan ya

      ###komen ga mutu### :D

      BalasHapus
    7. Ooohh..... jadi begitu ya...
      sip, sip.... makasih infonya :D

      BalasHapus
    8. *ikutan nimbrung*

      Saia pribadi tidak mengerti, kenapa orang sunda dan jawa dilarang bersatu? lalu, ada juga larangan begini, jangan pernah menikahi lelaki sunda, bla..bla..bla.. ada yang aneh ya? oya, sekedar ingin tahu nih, kebetulan saia pribdai bukanlah ketrunan sunda, jadi ketika org2 mengatakan ,"lelaki sunda itu senang berpoligami (maaf) dan ada yang bersifat kasar terhadap istrinya?" apakah itu benar? Melihat sekeliling lingkungan dan tetangga saia yang sunda bersifat seperti itu, sehingga memunculkan spekulasi diantara warga sekitar... wallahu'alam...

      BalasHapus
      Balasan
      1. saya cowo sunda, tapi sumpah yg saya alami malah sebaliknya, :(
        menurut Opini saya, " Mana yg lebih Cinta, maka dya yg di tindas, dan ga ada urusannya sama Ras/Suku"

        Hapus
    9. Mitos itu sampai saat ini masih sangat dipercaya oleh kebanyakan orang tua kita salah satunya ibu saya.

      Konflik itu terjadi sekitar tahun 1995-1996, saya berkeyakinan tidak ada larangan untuk nikah dengan perempuan jawa sementara Ibu bersikap tidak ada kompromi bersikukuh melarang saya menikah berdasarkan keyakinannya...

      Konflik keyakinan semakin memuncak ketika saya hampir nekad melangsungkan pernikahan walau dengan resiko saya tidak diakui lagi sebagai anaknya... berbulan-bulan lamanya tetap tidak ada solusi.

      Akhirnya saya minta nasehat kepada seorang Ulama (Almarhum guruku... Rohimahulloh..) Beliau memberikan tausyiyah singkat dengan kata-kata; "TONG BORO MASIH KABOGOH, SANAJAN GEUS JADI PAMAJIKAN..KUMANEH MASIH BISA DIGANTI, TAPI ANU NGARANA INDUNG SORANGAN NEPI KAIRAHA BAE OGE MOAL BISA DIGANTI"

      Lama juga saya mencerna tausyiyah tersebut, dan pada akhirnya saya menyimpulkan bahwa; kalau kita mencari hukum syara maka tidak ada larangan sekaligus tidak ada anjuran pernikahan antara Sunda dan Jawa. Sementara RIDHA ORANG TUA mutlak kita dapatkan "Ridhalloh fi Ridhal Walidain wa Suhthulloh fi Suhthil Walidain"

      Oleh karena itu saya sangat setuju mitos tersebut menyesatkan... tetapi juga jangan pernah mengabaikan RIDHANYA ORANG TUA.. (wallohu a'lam)

      BalasHapus
      Balasan
      1. ridho orang tua memang ridho Alloh juga. tapi tidak bisa dipungkiri bahwa org tua itu manusia dan bisa salah. jika ada larangan, tapi kita yakin bahwa org itu yg terbaik buat kita, tidak ada salahnya untuk memberikan pengertian kepada orang tua agar mereka faham. dan jangan melupakan kekuatan doa, ikhtiar melalui doa. jika memang kehendak Alloh bukan jodohnya, barulah kita pasrah

        Hapus
    10. @pppm: hehehe.. bener mas, dan harusnya ibu juga dikasih tausiyah tuh biar ngerti ^_^

      BalasHapus
    11. Jadi sejarahnya seperti itu y menjadikan mitos masyarakat jaman dulu yang masih melekat hingga sekarang tentang perempuannya jawa dengan lelakinya sunda. Nah jika sebaliknya?
      hmm.. jadi khawatir mengikis akidah kita akhirnya T.T

      BalasHapus
      Balasan
      1. setuju ini fitnah berdalih mitos

        Hapus
    12. Yah, aku sedih dong kalo gitu :(
      pacar aku sunda, akunya jawa ?? haha ..
      tapi, au ga percaya, karna sebelumnnya dikeluarga aku gapenah ada perang antar suku jawa+sunda, malahan bapa aku jawa, mama aku sunda loh ! :D

      BalasHapus
      Balasan
      1. Jangan percya mitos....jodoh d tangan allh..... itu sie tergantung kitanya nikah.ma sunda atau jawa.... kalu kita ngejalainya bnar.. ea pasti bnr... kalu kita ngejalinya ga bnr atu ga niat ga bner ea hancur la

        Hapus
      2. semuanya ga akan jadi masalah kalau sebelumnya pernah diperkenalkan, dan kedua belah pihak sama sama tau.

        Hapus
    13. Menurutku ya, karena aku anak perkawinan campuran (Sunda-Betawi-Jawa-Madura), ya itu tergantung cara kita memahami bagaimana nanti rumah tangga yang kita punya. Komitmen memang urusan yang sulit, tetapi diusahakan jangan coba-coba berkomitmen apalagi belum tentu dapet restu.

      BalasHapus
    14. waduuuuhh...kok perasaan saya makin ga enak baca ini ya mas andi???wahahahaha,,, :P

      BalasHapus
    15. Tenang.. tenang.. namanya juga mitos.

      BalasHapus
    16. tergantung penilaian masing2 individu.... mitos ini sudah mulai luntur klo saya lihat....

      BalasHapus
    17. wakakakkkk..ada yang ga enak hatinya tuh.. **nglirik ke nick :p

      BalasHapus
    18. @ALL: jangan pada mau dikalahin sama mitos ah.. :D

      BalasHapus
    19. hehe..memang ada ya Mas yg sukanya bercerita masalah keluarganya ke wartawan infotainment....
      nice post...it's nice be a good wife

      BalasHapus
    20. mungkin mitos itu trjadi ma q kali.. hahaha.
      aku org jawa tulenn,,,ckck
      kmren ak bru ptus ma mntan gw yg org sunda.. tpatnya cikampek...

      gk tw sich alesannya ap..
      tpi ktnya gue gk bleh pcran ma dia kt ortunya..
      blng nya sich.. kagak bleh ad hubungan ma org jawa...

      prsaan kolot bgt yak .. pmikirannya

      BalasHapus
    21. @craft: itu kalangan artis :D
      @devi: itu dia susah ngejelasinnya, seolah sudah menjadi sebuah penghinaan jika Pria sunda menikahi Wanita jawa, tapi tergantung Pribadinya sih, kalo didikan islamnya dalem sih gak bakalan takut ma mitos kaya gini, asal jangan nikah ma yahudi aja.. :D

      BalasHapus
    22. Salam alaikum, alhamdulillah..saya sunda dan istri jawa.. tiada masalah karena yang penting seakidah. :D

      Mitos yang beginian bisa tergolong syirik khafi (halus), wajib kita basmi bersama2 dan..saya setuju dengan solusi yang Agan tawarkan di sini. :)

      BalasHapus
    23. waduh nembe terang kitu ning kang. Panyateh biasa biasa wae sunda-jawa teh :D

      BalasHapus
    24. Ini pengalaman Pribadikah,..??
      "Ana inda dzanni abdibi"
      hati kita cenderung pada mitos, insya Allah akan terjadi, tapi kalo kita tempatkan mitos sebagaimana mestinya, insya Allah akan aman2 aja, setuju dgn solusi yg diberikan kang Andy...

      BalasHapus
    25. Assalamu'alaikum.. sekedar meyakinkan saudara-saudari bahwa mitos yang tidak sejalan dengan akidah sebaiknya jangan diambil hati, saya sendiri Jawa ningrat tapi suami saya orang sunda yang masya Allah baik dan sabar melindungi saya, so..
      Bismillah saja yang beda suku karena jodoh, mati ditangan Allah SWT :)

      BalasHapus
      Balasan
      1. Stuju mbak...
        Mohon do'anya ya, moga rmah tngga saya kelak sprti mbak. :)

        Hapus
    26. byk perbedaan watak,sifat,kebiasaan,budaya jd kalo g mo repot kawin mending satu suku aj?
      Tp jgn lgsg katakan kolot para orang tua,para
      orang tua lebih byk mkn asem garam dripda kita...jd pengalaman hidupnya lebih byk bsa bljr dan mengambl hikmahnya

      BalasHapus
      Balasan
      1. kita hidup di masa kini ... muka masa lampau ..... syirik khafi ( tidak percaya sama Jodoh dr Alloh )

        Hapus
    27. haaahh... Aq nie yg jd korban mitos itu ... Q orang sunda cwe q jawa bpknya nga stju krna q snda.... Tp q disuruh brjuang nie bwt tklukn bpknya.... Yh yg pnting q brusha... Bismillah...

      BalasHapus
    28. Wahh,jodoh ditangan tuhan aja deh :), drpda kalah sama mitos,,

      BalasHapus
    29. Loh.. Koq Bisa Githu yah.. :)
      ada - ada ajhaaa....

      BalasHapus
    30. Hehehe. . . Ceritanya sama yang pernah saya denger2 dari urang-orang tua. . . tapi sekarang bener kata mas Andy, sekarang tergantung sama orangnya dan yang penting se-Aqidah. soalnya si Nihayatuzzin orang tuanya jawa dan sunda, hehee mantaph . . .

      BalasHapus
    31. Utk org jawa yg mau nikah sm org sunda, sebaiknya dipikir pikir dulu, Ini pengalaman pribadi saya. Saya perempuan jawa menikah dengan lelaki sunda, sangat sulit sekali saya menjalaninya. Watak orang jawa dan sunda memang berbeda, kalau dipaksakan menikah maka pasangan yg berasal dari jawa akan tertindas dan tersiksa, ini karena karakter orang jawa yang nrimo, mengalah, diam dan mau prihatin lalu ketika dipertemukan dengan orang sunda yang berkarakter suka mendominanisasi, penuntut, matre maka akan sangat mudah terjadi perceraian.

      Pandangan saya, perempuan sunda lebih menyukai lelaki jawa daripada lelaki sunda dikarenakan sikap giatnya dalam bekerja dan tidak pelit dalam hal menafkahi, sehingga harta akan lebih banyak mengalir ke keluarga perempuan, yg mengakibatkan pemborosan dan kemiskinan.

      Sebaliknya, jika persempuan jawa menikah dengan lelaki sunda, maka sifat nrimo, sabar dan mengalah perempuan jawa akan dimanfaatkan oleh pihak lelaki sunda yg malas bekerja namun penuntut dan keluarga lelaki sunda pun akan lebih mudah untuk mendominanisasi, mendikte keluarga anaknya/adiknya yang sunda.

      Maka sebaiknya lelaki jawa menikah dengan perempuan jawa, karena mereka akan saling melengkapi, yang suami giat bekerja, istri dirumah bersikap sederhana, nrimo dan mau prihatin, jika begitu maka ekonomi keluarga akan mapan dan bahagia.

      Fakta yang terjadi bahwa saat ini perceraian banyak terjadi di daerah jawa barat.

      BalasHapus
      Balasan
      1. saya turut berduka apa yg terjadi dengan keluarga mba.
        saya lelaki sunda dan pacar saya wanita jawa,
        tapi yg saya alami sekarang malah sebaliknya.
        dalam setiap masalah selalu saya yg berkorban hati,
        saya yg selalu pertama mengucap kata maaf, meskipun jelas dya yg salah. saya yg selalu memperbaiki hubungan ini saat mulai retak.
        semua yg saya punya uda di kasih buat dya, waktu, perhatian, kasih sayang, hati, dan bahkan semua uang yg aku punya hanya untuk membuat dya bahagia, setiap malam dya pengen makan apa pasti aku beliin, meskipun tak pernah bisa membuat dya ngerasa puas.
        hampir setiap minggu dya pasti main dengan temen temen cowonya, mungkin sebagian selingkuhan dya. karna memank dya pernah mengakuinya. kadang sampe pulang jam 3 pagi, sedangkan aku nungguin dya di kontrakan nya, ga bisa tidur sama sekali karna khawatir sama dya.
        dya orang sangat boros, dya cuma mau kalo saya ajak jalan ke mall , shoping atau nonton.
        tapi dya ga pernah mau kalo saya ajak ke tempat wisata keluarga.

        tapi sejelek apapun sifat dya aku selalu bisa maafin dya, aku bener bner sayang sama dya. aku tulus cinta sama dya. ga ada yg lebih berharga dalam hidupku selain dya, hidupku hanya untuk bahagianya.

        dya memang cantik, tapi bukan yg paling cantik di banding wanita wanita yg pernah mampir dalam hidup saya. teman temanku aja banyak yg lebih cantik dari dya. bahkan dya ga ada apa apanya di banding cewe yg sekarang jatuh cinta sama saya.
        tapi tetep cuma dya yg ada di hati aku.
        aku juga bukan cowo jelek, bukanya ke PD-an. tapi aku mensyukuri apa yg di anugrahkan allah pada wajah aku. ga sedikit cewe cewe yg tertarik sama aku, bahkan tak jarang aku nolak cewe yg lebih cantik dari cewe aku sekarang. apalagi pas dulu aku jadi Ketua OSIS di sekolah juga sebagai member WPS. aku juga bukan orang miskin harta, keluarga ku bisa dibilang keluarga yg cukup berada, meskipun ga bisa di bilang kaya raya. ya kalo cuma kendaraan roda 4 kami punya, walau bukan yg berbandrol mahal. aku juga sekarang kerja dan punya penghasilan sendiri.
        jadi uang kayanya bukan masalah utama.

        Jadi mohon dicatat, AKU COWOK SUNDA, dan AKU TULUS CINTA SAMA CEWEK JAWA, aku ga ngeliat kecantikan dya, aku ga ngeliat sifat dya, cuma hatiku yg berbicara. DAN aku setia sama dya bukan karna aku ga laku sama Cewek lain, tapi karna di hatiku Cuma ada Dya.
        mungkin aku cowok yg bodoh, cowok yg bego, cowok yg ga berotak. Tapi aku jamin “AKU COWOK YG PUNYA HATI” ! “ DAN AKU BERSUMPAH KALO CERITA AKU ITU BENAR.

        Hapus
      2. kasian banget hidup loh .... saya turut prihatin

        Hapus
      3. Assalamualaikum,, aquh cwe jawa.. Kmaren sempet punya cwo org sunda,, bner2 yha Allah,, makan atii bangett, nyepeleiin orang jawa bangett,, mudah2an aquh dpet yg satu suku aja dehh yg insya'allah biisa lbih hargaiin aquhh

        Hapus
      4. kagak deh punya cowok sunda, kasar, tempramental
        saya alami sendiri

        Hapus
      5. semuanya ada dalam pribadi masing2, bukan karena suku

        Hapus
    32. @Nia Agustin: tergantung Pribadinya masing2, gak semua pasangan Sunda-Jawa ngalamin hal seburuk itu kan? dan perceraian banyak terjadi di daerah jawa barat, tapi bukan orang sunda doang kan? dan itu pun karena tidak adanya Dasar pendidikan islami (Fiqh) yang dijadikan pedoman rumah tangganya kan? kalo masing-masing punya pegangan, pedoman/landasan, pasti pada nyadar diri, tau harus bersikap dan berbuat yang sesuai dengan Aqidah..

      jangan menyalahkan lawan karena terlahir sebagai si Sunda atau si Jawa ya.. :D

      BalasHapus
    33. aku orang yang percaya mitos
      tapi gag 100%
      kalau di lihat lihat,cew sunda emank matre

      BalasHapus
      Balasan
      1. Kalo cewek sunda dibilang matre maka orang jawa cenderung gila hormat dan haus kekuasaan terbukti sampai sekarang pun ingin selalu berkuasa, itu faktanya. asal tujuan tercapai apa saja dilakoni.

        Hapus
    34. kalau di tempat saya gak kayak gtu mas.
      kalau yang laki sunda trus perempuan jawa malah gak apa...
      trus kalau yang laki jawa trus perempuan sunda malah gak boleh...

      alasannya karna tahta orang sunda lebih tinggi ketimbang orang jawa gak tau juga tahta apa

      trus karna sifat orang sunda yang selslu ingin memimpin


      ini emang sering ane liat di daerah saya ya kayak gtu,

      BalasHapus
      Balasan
      1. Sebenarnya di lingkungan Sunda juga yang jadi mitos memang Lelaki Jawa sama Perempuan Sunda :>)

        Hapus
    35. wah aku seorang lelaki jawa yg punya kekasih keturunan dari ayah sunda dan ibunya bengkulu ,,gmana tuu fihak pacar saya sudah pengen segera d nikahi,,,,jadi dag dig duk liat smua comentar

      BalasHapus
    36. Pakdhe saya (jawa) menikah dengan Budhe saya (Sunda) dan pernikahan mereka tidak langgeng, entah emang kebeteulan atau mitos, itu yang terjadi. :)

      BalasHapus
    37. AHa... pada rame ngomongin sunda ma jawa neyh. nah, aku hasil dari ketununan jawa dan sunda? bpk ma ibuk masih romantis aja.

      BalasHapus
    38. hmmm...seru juga pembahasannya. Alhmdulilah makasih ya teman2 saya jujur saya malah ga ngerti sama sekali tentang mitos ini. Posisi saya saat ini adalah lagi pdkt sama cowo sunda, si cowo yang lebih dulu mengangkat topic ini dan itu juga yang membuat saya jadi pengen tau apa lebih tau tentang ini. tpi keyakinanku adalah didalam agama islam wanita dinikhi karna 4 perkara, hartanya, kecantikannya, nasabya dan agamanya. tidak ada larangan dengan suku tertentu.

      BalasHapus
      Balasan
      1. suku bisa dikategorikan sebagai nasab lho.. hahaha.. :>)

        Hapus
    39. Nice share.. butuh pencerahan soalnya :)

      BalasHapus
    40. kalo cewek cirebon baik gak sih , kalo cowok jawa dapet cewek cirebon , mohon share nya yah makasih

      BalasHapus
    41. waduh, tambah pusing nih @-)

      BalasHapus
    42. kamu terlahir dari satu moyang yaitu ADAM..apakah dia sunda? jawa? bule? arab?, cina?....memang restu bapak ibumu yang dibutuhkan dan hanya perbuatan syirik yang percaya mitos...

      BalasHapus
      Balasan
      1. ini jawaban yg paling masuk akal saya, >.< (y)

        Hapus
      2. kembali kpd pendapat dan kepercayaan seseorang ya. sedih. masih ada yang percaya mitos

        Hapus
    43. aku jawa suami sunda harmonis aj,walau kadang sering ribut beliyung... heheheeee..... tp mmg bener suami ngambek klu tak panggil MAZ hahahaaa..... tp demi kerukunan lbh baik ngalah salah satu apalah arti sebuah panggilan. yg penting slu berdoa dn berusaha smoga jd pasangan yg kekal sampai k jannah amiinnnn.. jgn kalah sama mitos :D

      BalasHapus
    44. Boss kalo mosting jangan ngawur.bisa ditembak kepalamu.kamu tu yg nyebarin mitos

      BalasHapus
    45. Saya cowo melayu,,,bernikah ama cewe sunda,ternyata saya ditipu selama 2 tahun,istri saya tidak pernah mencintai saya,,,setelah abis harta saya dibuatin rumah,dibeliin mobil dirubah semua kehidupan na dari gelandangan kepada yg dihormati,,tiba2 ekonomi saya macet saya di tinggal gto ajah tanpa kata.

      Bukan saya menghalangi saya,cuma fikir 4 atau 5 kali kalau pengen beristrikan org sunda.

      Mksh
      Insan terluka

      BalasHapus
    46. intinya semua suku bersifat 2 ada yg baik ada yg buruk. kembali lagi ke individu masing2. saya cew sunda, tapi saya gak matre. kalo memang masih bisa lakukan, atau beli sendiri ya sendiri aja, gak bergantung ma pacar.

      BalasHapus
      Balasan
      1. ia bener tuh, aku juga orang sunda mitos tuh jngn trllu d percya,kita prcya jjama kuasa tuhan,krna cmn dia yg tau dan yg bisa mmberi apa yg baik buat umatnya. (h)

        Hapus
    47. Gimana ya... klo menurut saya mitos itu yang membuat orang jd tidak mempercayai ajaran agama ISLAM.
      di ajaran islam tidak pernah melarang orang untuk menikah beda ras(sunda-jawa). Saya sendiri orang jawa mempunyai pacar cewek sunda (mjlengka). Dan pacar saya tuw orangnya sederhana. Dari nenek pacar saya bilang:"jangan dapat cowok Bandung krn cowok dr Bandung rata2x suka mempermainkan cewek, dan klo cewek dr Bandung rata2 matre".
      itu bukti dr org sesama sunda aja bilangny begitu.
      Jadi menurut saya, bukan krn asal "SUNDA" nya akan tetapi dari lingkungan berasal. yang dimaksud "rata-rata" yakni tidak smw orang bandung. akan tetapi kebanyakan org Bandung kyk gt.
      smw kembali ke individu masing2x, krn setiap orang punya watak dan karakter berbeda2x. yang penting seAGAMA dan mempunyai akhlak yang baik. jd carilah orang yang yang berakhlak yang baik.

      BalasHapus
    48. WAJAR KITA PERCYA MA ADAT ISTIADAT leluhur kita,TAPI JNGN mendahului ke hendak tuhan,kalau orang jawa ma sunda tidak langgeng,berrti tuhan lgi nguji hambanya.karna kita sllu di ajari oleh tuhan untuk berusaha dan ttap berdoa ke pada tuhan,supya kita dberi ke makmuran dan sakinah mawadah alias pernikahan langgeng

      BalasHapus
      Balasan
      1. Assalamualaiku, ikut nonggol ya gan. saya cowok jawa (ponorogo) tulen kebetulan lagi deket sama cewek sunda (banjar), ya menurut saya sih tergantung hati ya, mitos itu berhubungan sama keyakinan. sampai saat ini sih saya sama dia fine2 aja, kalau cekcok ya biasa buat bumbu saja (o)
        malah keluarga dia welcome terutama si mama, bbm terus biar lancar katanya.

        jadi, kembalikan pada keyakinan, di agama juga begitu kan gan? :d
        mohon do'anya ya agan2 yang budiman, saya lancar dan bisa langgeng aamiin :)) (f)

        Hapus
    49. santai aja kawan (c) saya lahir sebagai cucu dari kakek gw JAWA dan nenek gw SUNDA dan semuanya tidak terbukti kok [-( beliau tetap setia sampai akhir hayatnya dan saya saya menghormati beliau berdua dan menghormati kedua latar belakang beliau (o)

      BalasHapus
    50. Aku org rantau yg kebetulan kwn dgn org sunda yg tak mengerti buruknya kebiasaan etniis,ternyata apa yg Aq baca dari komrntar ini sejalan dgn yg kuhadapi.ini bukan mitos tapi kenyataan walu hanya 75% aku merasa ke ...........!

      BalasHapus
    51. saya wanita jawa menikah dengan lelaki sunda ... selama menikah saya yang berkerja suami ongkang ongkang soalnya anak orang berada jadi ngandelin harta ortu bener bener matree dan pemalas ,, makan hati cuman ya sekarang berserah kepada Alloh biar diberi kesabaran dan keiklasan jodoh tidak jodoh ya Alloh yang ngatur ....cuman buat wanita jawa yang akan menikah dengan lelaki sunda sebaiknya dipikir lagi...

      BalasHapus
    52. maap ni gan/sis saya Juga Masih ragu" .. rencana Tahun depan saya Nikah sama cowok Sunda , Saya sering Dapat omongan Dari orang" kata nya nikah sama Orang sunda pamalik , tapi kan yg ngejalani Kita bukan orang lain , Karna mitos ini lah yg buat saya cemas , Kata Nya Orang sunda Itu Matre ,tapi Semenjak saya pacaran , cowok saya gak pernah Minta Uang malah Dulu Sebelum saya pacaran sama Orang sunda ,mantan pacar saya Sma sama Orang jawa malah lebih matre , meskipun kita beda adat istiadat tapi kita percaya Bahwa mitos Itu tidak benar , karna jodoh sudah ada yg Ngatur ,, Menurut Kalian Gimana Nie ..

      BalasHapus
    53. :) kalo adat nenek moyang sebagian percaya sebagian tidak wajar adanya.,kembali kepada pribadi masing-masing aja kayaknya dan kepribadian/watak itu tidak bisa digeneralisir menurut suku/ras,dan saya yakin pengetahuan agama dan iman yang kuat dalam mengarungi rumah tangga kelak akan menjadi solusi terindah dalam segala hal.

      BalasHapus
    54. Maav anon, saya sangat" tak percaya kn mitos aneh ini .. Kan dh d jelas dlm al-qur'an bahwa kita hidup dgn berbagai suku n ras agar saling mengenal n memahami .. Coba lh jgn liat mitos'a, tpi dri segi akidah islami'a .. Kalau ingin berfikir maju, y jgn d sangkutpautkan dgn mitos yg aneh dsb ..
      Maav y klo ada kata yg tak berkenan

      Sekian, trimksih ;)

      BalasHapus
    55. Saya laki-laki Jawa tulen, dan Istri saya Sunda Tulen. Kami berdua sama-sama bekerja. Dan selama ini, pernikahan kami baik-baik saja, meskipun ada beberapa pertikaian kecil.

      Memang saya akui, bahwa perbedaan karakter antara orang Jawa dan orang Sunda sangat terlihat jelas pada kami.

      Istri saya hampir tdk bs memegang uang, gampang belanja, dan susah untuk hidup sederhana. Hal ini sangat bertentangan dengan kebanyakan ajaran-ajaran orang tua - orang tua Jawa yang selalu mendidik anak-anak nya agar lebih 'Nerimo' dan agar lebih 'Hidup sederhana, yang biasa-biasa saja, yang penting punya uang tabungan'

      Namun menurut saya, kesemuanya itu tergantung Laki-laki. Gimana cara kita mendidik Istri kita dengan leadership yang benar.

      BalasHapus
    56. Saya laki laki jawa dan istri saya juga jawa tetapi dari lahir hidup di sunda sejak zaman kakek dan neneknya. Istri saya susah sekali diatur dan sangat keras kepala. Walau sebenernya secara penghasilan, penghasilan keluarga orang tua dia jauh lebih baik dari keluarga saya tetapi ekonomi keluarga dia tidak lebih baik dari keluarga orang tua saya.
      Bahkan saat itu dia masih kuliah saat memaksa saya untuk menikahi dia. Entah mengapa saat itu saya meng-iyakan dan tidak bisa menolak ajakan dia.
      Secara penghasilan sebenarnya penghasilan saya saat ini cukup besar tapi selalu habis. Keuangan habis untuk hal-hal yang gak penting karena kami hidup berjauhan. Saya tinggal di jakarta dan dia di kota lainn yg butuh 3-4 jam perjalanan. Dia gak pernah mau tinggal di Jakarta dengan alasan gak punya lingkungan disana.
      Saya babak belur kerja dari senin sampai-jumat dan mengurus beberapa bisnis saya, setiap sabtu minggu saya harus perjalanan jauh untuk menemuinya.
      Menurut saya," suku bukanlah hal yang penting diperdebatkan tetapi dimana dia hidup dan lingkungannya seperti apa itulah yg akan membentuk karakter seseorang"
      Untuk teman teman yang belum menikah carilah pasangan yg sepaham dan tanyakanlah pada pasangan anda itu, "Cita-citanya apa?" jika dia tidak bisa menjawab sebaiknya anda pergi, dan lupakan dia karena ada yg lebih pantas buat anda, sebenarnya saya orang yang sangat tidak percaya kepada mitos "Jodoh di tangan Tuhan" tetapi jodoh adalah sesuatu yg ada karena diupayakan karena "Allah tidak akan meubah nasib suatu kaum selama kaum itu tidak merubah nasibnya sendiri" QS Ar-Rad 11.
      saya sangat setuju dengan thread kaskus dibawah ini:

      http://www.kaskus.co.id/thread/53bb9976a4cb176a348b4636/?ref=homelanding&med=hot_thread

      BalasHapus
    57. laki sunda jago bohong! manipulatif! menghalalkan segala cara buat dapetin yg dia mau! banyak gombal! banyak janji palsu! ngomongnya gede, muluk2, tinggi2! sok kaya! sok keren! sok pinter! sok tau! suka obral janji palsu! suka bikin terbang melayang laluninggalin gitu aja! ga tanggung jawab! mau seenaknya sendiri! libido nya gede! gampang nafsuan! pikirannya sex mulu! LAKI SUNDA B.A.J.I.N.G.A.N !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

      BalasHapus
    58. Saya pernah punya pacar cewek sunda, emg bener mayoritas matre karena mungkin mereka merasa cantik karena putih, ibarat pribahasa kuno, abang punya uang, abangku sayang, abang engga punya uang, abangku tendang..

      BalasHapus