Introspeksi

Seperti sungai waktu mengalir deras berliku menyeret diri pada muara..
Bagaimana ini diri berpegang..? dari derasnya pada yang sama hanyut terbawa arus..
Hidup adalah waktu tersisa, di isi sebelum kalah..
Bagaimana ini ingin kembali..? diri sudah terlanjur ada..
(Syaikh Pidi Baiq - Imam Besar The Panas Dalam)

Introspeksi berarti proses pengamatan terhadap diri sendiri dan pengungkapan pemikiran dalam yang disadari, keinginan, dan sensasi. Proses tersebut berupa proses mental yang disadari dan biasanya dengan maksud tertentu dengan berlandaskan pada pikiran dan perasaannya. @ Introspeksi - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Untuk mempermudah proses penyamaran dan supaya tidak dicurigai sebagai mata-mata, Anda harus menguasai 5 poin penting yang merupakan ilmu dasar menjadi seorang Muslim.

1. Hafalkan 5 Rukun Islam, beserta semua yang berkaitan dengan 5 Rukun Islam.

  • Syahadat (hafalkan text syahadat dan ketahui artinya)
  • Shalat (ketahui syarat dan rukun sholat, hafalkan jumlah, cara bersuci, waktu dan bacaannya, dan ketahui artinya)
  • Zakat (ketahui segala hal tentang zakat, waktu, hitungan dan mustahiqnya)
  • Puasa (ketahui segala hal tentang puasa, waktu, bacaan dan fadhilahnya)
  • Haji (ketahui segala hal tentang haji, syarat, rukun, dan bacaannya)

2. Hafalkan 6 Rukun Iman, beserta semua yang berkaitan dengan 6 Rukun Iman.

  • Iman kepada Allah SWT (hafalkan 20 sifat wajib, jaiz, mustahil bagi Allah)
  • Iman kepada Para Malaikat Allah SWT (hafalkan nama dan tugasnya)
  • Iman kepada 4 Kitab Suci Allah SWT (hafalkan nama dan siapa nabi yang menerima)
  • Iman kepada Para Rasul dan Nabi Allah SWT (hafalkan nama nabi dan rasul, kisah, beserta kepada siapa saja mereka diutus)
  • Iman kepada hari akhir / Kiamat (ketahui segala hal yang berkaitan dengan kiamat, tanda-tanda dan apa saja yang akan terjadi sebelum dan setelah kiamat)
  • Iman kepada Qada' dan Qadar (ketahui tentang takdir yang baik dan buruk dan semua kejadian yang baik maupun yang buruk atas izin dari Allah. Karena seluruh makhluk tanpa terkecuali, zat dan sifat mereka demikian pula perbuatan mereka melalui kehendak Allah).

3. Hafalkan dan Ketahui Huruf Hijaiyah, untuk kemudian mempelajari 12 Fan ilmu dalam Islam, (Ketahui pula apa itu Ilmu Syariat, Ilmu Thoriqoh, Ilmu Hakikat), kitab paling dasar adalah : tajwid tuhfatul athfal, safinah, tijan, jurumiyah, imrithi, nadzom maqsud, hillul ma'qud, riyadushholihin, akhlaqulbanin.

4. Hafalkan Minimal 4 Surat Al-Qur'an Pendek Text Arab beserta Artinya (al-fatihah, an-nas, al-falaq, al-ikhlas)

5. Hafalkan Arbain Nawawi, 40 Hadits Nabi Pilihan. 

Dengan menguasai ke 5 poin dasar ilmu islam diatas Anda akan menjadi seperti seorang muslim original yang murni terlahir sebagai seorang muslim, Anda tidak akan pernah dicurigai.

Kuasai Hal Ini Agar Sempurna Menyamar Menjadi Seorang Muslim

: 0 Komentar
Suplemen dan vitamin penambah darah yang dapat mengatasi anemia adalah:

 
1. Suplemen Zat Besi
 
Anemia biasanya mudah diatasi dengan menambah asupan zat besi dari makanan. Zat besi banyak terkandung dalam daging merah, sayuran berdaun hijau, buah-buahan dan kacang kering, serta makanan yang diperkaya dengan nutrisi ini
 
Namun, dari makanan saja mungkin tidak cukup bagi orang yang lebih rentan terkena anemia, seperti ibu hamil, remaja dalam masa menstruasi, dan mereka yang punya penyakit kronis. Mereka juga memerlukan asupan zat besi tambahan dalam bentuk suplemen.
 
Dikutip dari Cleveland Clinic, ada banyak jenis zat besi oral, yaitu pil, kapsul, tetes, dan tablet. Tujuan dari mengonsumsi suplemen zat besi oral adalah untuk mengobati gejala anemia dengan meningkatkan kadar zat besi dan hemoglobin dalam tubuh Anda.
 
Namun, Anda tak bisa minum suplemen zat besi tanpa tahu dosis yang tepat. Walaupun berguna untuk mencegah anemia, suplemen zat besi berbahaya bagi tubuh bila diminum sembarangan. Ini karena terlalu banyak zat besi dalam tubuh bisa menjadi racun dalam tubuh.
 
Konsumsi suplemen zat besi tanpa anjuran dokter berisiko mengakibatkan overdosis. Dosis satu kali minum sebesar 10-20 miligram saja sudah dapat menimbulkan gejala keracunan zat besi seperti mual, muntah, dan sakit perut.
 
2. Vitamin C
 
Vitamin C membantu penyerapan dan penyimpanan zat besi di hati, sehingga konsumsi suplemen vitamin C dapat membantu menaikkan kadar hemoglobin karena zat besi tersebut akan diubah menjadi sel darah.
 
Konsumsi suplemen vitamin C 25 mg dapat meningkatkan penyerapan zat besi hingga dua kali lipat, sedangkan konsumsi 250 mg vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi hingga lima kali lipat.
 
Oleh karena itu, sebaiknya selalu cukupi kebutuhan vitamin C tubuh setiap hari, terutama bagi Anda yang memiliki anemia.

Meski demikian, asupan vitamin C harian sebenarnya lebih baik berasal dari makanan segar karena mampu bertahan lebih lama dalam tubuh. Vitamin C dari suplemen umumnya dapat cepat terbilas lewat urine.

Jika hendak mengonsumsi vitamin C dari bahan alami, perhatikan proses memasaknya. Proses memasak yang salah dapat mengurangi hingga 50-80 % kandungan vitamin C dalam makanan tersebut.
 
Ketika mengolah makanan, Anda perlu mengetahui cara yang tepat. Jangan memasak buah dan sayur yang tinggi vitamin C dalam api yang panas, pastikan suhunya tidak terlalu panas (low heat) dan tambahkan sedikit air untuk mengurangi jumlah vitamin C yang terbuang.
 
Suplemen vitamin C dapat dikonsumsi bersamaan dengan suplemen zat besi untuk memperbaiki berbagai jenis anemia. Makanlah makanan tinggi vitamin C bersamaan dengan makanan tinggi zat besi tanaman untuk meningkatkan penyerapan.
 
3. Vitamin B12
 
Vitamin B12 merupakan vitamin yang larut dalam air dan berperan dalam pembentukan sel darah merah, metabolisme sel, fungsi saraf, dan produksi DNA. Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin B12 dengan mengonsumsi makanan sumber vitamin ini, seperti:

  • Unggas
  • Daging sapi
  • Ikan
  • Produk susu

Jika Anda didiagnosis anemia akibat kekurangan vitamin B12, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda memperbanyak konsumsi makanan di atas. Namun, dalam beberapa kondisi, Anda membutuhkan suplemen vitamin B12 sebagai penambah darah. Suplemen vitamin B12 biasanya direkomendasikan untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan vegetarian.
 
Suplemen vitamin B12 tergolong aman dikonsumsi dengan dosis yang tepat. Mayo Clinic menyebutkan, orang dewasa direkomendasikan mengonsumsi 2,4 mg suplemen vitamin B12, tapi dosisnya bisa ditambah, sesuai kondisi Anda.

Terlalu banyak mengonsumsi vitamin B12 dapat mengakibatkan:

  •     Pusing
  •     Sakit kepala
  •     Cemas
  •     Mual
  •     Muntah

4. Asam Folat
 
Asam folat penting dalam pembentukan sel darah merah dan pertumbuhan serta fungsi sel yang sehat. Senyawa yang juga disebut dengan vitamin B9 ini banyak ditemukan dalam:

  •     Sayuran hijau
  •     Kacang-kacangan
  •     Biji-bijian
  •     Jeruk
  •     Lemon
  •     Pisang
  •     Melon
  •     Stroberi

Anda direkomendasikan mengonsumsi asam folat sebanyak 400 mg, sedangkan wanita yang merencanakan kehamilan dianjurkan mengonsumsi 400-800 mg perhari. Jika Anda mengalami anemia akibat kekurangan asam folat, Anda mungkin bisa mengonsumsi suplemen tambahan sebagai pelengkap pengobatan anemia.
 
Konsumsi suplemen vitamin B9 dinyatakan aman. Namun, tetap ada efek samping yang mungkin Anda alami.
 
Meski tidak selalu, beberapa efek samping asam folat yang mungkin terjadi, antara lain:

  • Rasa pahit dalam mulut
  • Mual
  • Nafsu makan hilang
  • Kebingungan
  • Mudah marah
  • Gangguan pola tidur

Selain itu, suplemen vitamin B9 yang dapat menjadi penambah darah ini mungkin juga akan menimbulkan gejala alergi pada kulit.
 
Asupan asam folat yang tinggi dapat mengatasi kekurangan vitamin B12 yang belum parah. Anda juga dapat mengatasi masalah kekurangan vitamin B12 dan asam folat dengan mengonsumsi suplemen yang mengandung 100 persen kebutuhan harian vitamin b12 dan asam folat.

Anemia, Apa Saja Suplemen Dan Vitamin Penambah Darah?

: 1 Komentar

DOA UNTUK IBU YANG SEDANG HAMIL

DOA UNTUK SUAMI DISAAT ISTRINYA SEDANG HAMIL

BACAAN UNTUK IBU HAMIL AGAR DIPERMUDAH PROSES KELAHIRANNYA

Doa Untuk Ibu Hamil dan Suaminya

: 4 Komentar
Mendengar kabar Ibu Kota Negara Indonesia akan dipindahkan ke Kalimantan, Sontak jiwa dan raga ini bergejolak, ditambah lagi Saya adalah diantara sedikit orang yang mengetahui bahwa ada 1 Pulau yang akan lebih dulu tenggelam ke dasar laut sebelum kiamat datang, 1 Pulau itu adalah Pulau Jawa, pengetahuan tentang 1 Pulau yang akan tenggelam ini Saya dapatkan dari seorang Wali Allah penyendiri yang statusnya hanya diberitahu pada orang-orang yang ingin dia beritahu saja, kebetulan Saya adalah salah satu orang yang Beliau beritahu perihal kondisi sebenarnya di bawah tanah Pulau Jawa ini. jadi semakin gundah hati ini, jangan-jangan memang sebentar lagi.


Fikiran Saya jadi sedikit tersambung ke tujuan Bpk. Presiden dan para penasihat spiritualnya yang menginginkan Ibu Kota Negara dipindah ke Pulau Kalimantan, ini bukan sekedar asal semau kehendak pribadi seorang Presiden, pasti sudah dengan segala pemikiran, pelajaran dan pemahaman yang matang.

Permintaanku ini pada Tuhan Yang Maha Esa, sebelum benar-benar tenggelam Pulau Jawa ini, Jadikan Aku Sebagai Orang Banjarbaru, bagaimana pun caranya. akan aku usahakan.

Mulai detik ini.

Ingin Jadi Orang Banjarbaru

: 1 Komentar
1 Raga & 4 Sukma (nafs/jiwa) yang ada pada diri kita harus saling mengenal satu sama lain, cara agar dapat mengenal antara sesama sukma adalah dengan melepas dan mempertemukannya, melepas sukma adalah ajaran yang umum dan lumrah diajarkan oleh leluhur kita, siapapun bisa mempelajarinya, di nusantara dikenal dengan ilmu Meraga Sukma. ilmu ini termasuk ke dalam keilmuan spiritual tingkat tinggi, mempelajarinya harus dalam bimbingan dan pengawasan guru yang sudah pengalaman meraga sukma, resiko beratnya adalah ketika sukma terjebak di alam gaib dan tidak bisa kembali lagi. atau khawatir ada yang menculik sukma anda ketika lepas dari tubuh, mending jika hanya diculik, bagaimana jika sukma anda dimakan makhluk gaib ? dibinasakan ? alam gaib adalah alam liar penuh misteri.

1 RAGA & 4 SUKMA
- JISM (DIRI) (RAGA)
- QOLB (DIRI) (SUKMA)
- NAFS (DIRI) (SUKMA)
- RUH (DIRI) (SUKMA)
- NUR (JATI) (SUKMA)

 

Ada 8 metode yang bisa dilakukan untuk bisa melepas Sukma pada diri manusia.
1. Visualisasi Total, memaksimalkan otak dalam memvisualisasikan atau membayangkan senyata mungkin pelepasan ruh sukma hingga benar-benar terlepas dari tubuh.
2. Sugesti diri melalui kata-kata, atau memaksa diri untuk melepas sukma seyakin-yakinnya.
3. Peregangan Otot, ini biasa dilakukan oleh biksu tibet / biksu saolin.
4. Relaksasi dan Pengalihan Fikiran, membiarkan tubuh lemas hingga tertidur, namun fikiran terus dijaga kesadarannya.
5. Olah Pernafasan, menahan dan menghembusakan nafas dalam ritme tertentu.
6. Penarikan Sukma, bantuan orang lain atau sengaja ditarik keluar dari tubuh oleh orang yang sudah mahir meraga sukma.
7. Olah Tenaga Dalam.
8. Meditasi, konsentrasi tingkat tinggi, hilangnya raga hilangnya dunia senyatanya.

Setiap Manusia Memiliki 1 Raga & 4 Sukma

: 1 Komentar
Mengajarkan kepada keluarga untuk membiasakan menggunakan perangkat lunak bebas seperti sistem operasi linux atau aplikasi perkantoran libre/open office untuk belajar mengajar dan bekerja di rumah maupun di kantor. Jangan lupa ajarkan juga mereka cara membuat sendiri aplikasi berikut beberapa bahasa pemrograman. Udah gitu aja sih, selebihnya itu urusan ustad memed.

Biasakan Saja

: 0 Komentar
Dābbat al-Ard (Arab دابة الأرض) adalah sebuah frasa yang berarti binatang buas (monster) yang muncul dari perut bumi. Dalam Islam binatang ini sebagai salah satu tanda sebelum datangnya Hari Penghakiman. (Kiamat)

Binatang melata ini akan keluar di kota Mekah dekat gunung Shafa, setelah peristiwa Matahari terbit dari Barat, ia akan berbicara dengan kata-kata yang fasih dan jelas. Dabbat al-ard ini akan membawa Tongkat Nabi Musa dan Cincin Sulaiman.

Dābbat (دابة) dalam Bahasa Arab yang berarti “binatang” atau “binatang buas (monster)”, berasal dari kata debbe, yang berarti berjuang, kata ini sering digunakan untuk binatang dan serangga. Sedangkan kalimat al-Ard (الأرض) berarti bumi. Namun makna secara bahasa, Dābbat al-Ard memiliki arti “Hewan bumi (tanah)” dalam bahasa Indonesia.

Ibnu Juraij mengatakan bahwa Ibnu Zubair menjabarkan binatang ini dengan rinci, "Kepalanya seperti kepala kerbau, matanya seperti mata babi, telinganya seperti telinga gajah, tanduknya seperti tanduk rusa jantan, lehernya seperti leher burung unta, dadanya seperti dada singa, warna kulitnya seperti warna kulit harimau, panggulnya seperti panggul kucing, ekornya seperti ekor biri-biri jantan dan kakinya seperti kaki unta. Di antara sepasang persendiannya sejarak 12 ukuran garis lurus.

Sedangkan penjelasan lain, menjelaskan bahwa Dabbat al-ard adalah seekor hewan yang memiliki bulu panjang dan bulu yang pendek. Memiliki tubuh yang sangat besar dikatakan semasa ia keluar dari sarangnya dengan kecepatan seperti seekor kuda yang berlari setelah 3 hari, dan dabbatul ard bisa mengeluarkan 1/3 badannya. Kemudian ia mampu berbicara dengan manusia dengan berbagai bahasa di dunia, sebelah tangan kiri memegang tongkat Nabi Musa dan jari tangan kanan memakai cincin Nabi Sulaiman, ia akan keluar dari kawasan di antara bukit Sofa dan Marwa.

Ia memiliki misi dan tujuan ketika ia muncul, diantaranya adalah akan berbicara kepada manusia bahwa ”Sesungguhnya manusia sudah tidak yakin dengan ayat-ayat Allah.” Ia akan membuat tanda di wajah orang mu’min menjadi cerah dan wajah orang kafir menjadi gelap. Dikatakan ia tidak menakutkan manusia dan ia akan menjerit di kawasan Makam Ibrahim dan Hajaratul Aswad sambil menebar-nebarkan tanah di atas kepalanya kemudian ia menghadap timur, dan memekik kemudian menghadap ke barat dan memekik. Suaranya melampaui segala penjuru yang menyebabkan manusia berlarian karena takut mendengar suaranya. Dalam keadaan yang sama orang mu’min sudah mengetahui bahawa yang bersuara keras itu adalah Dabbatul Ard bintang Allah dan mereka tetap di tempat mereka dan tidak mengalami ketakutan apapun.

Dabbatul Ard akan keluar selepas Ya’juj dan Ma’juj mati akibat virus yang diturunkan oleh Allah kepada mereka. Dabbatul Ard akan keluar selepas terbitnya matahari seperti biasa yaitu pada waktu dhuha setelah matahari itu terbit sebelah barat. Dabbatul Ard akan keluar jika bumi pulih setelah bencana Ya’juj dan Ma’juj.

Ibnu Juraij mengatakan bahwa Ibnu Zubair menjabarkan, "Ia akan membawa tongkat Musa dan memakai cincin Sulaiman. Tiada tersisa bagi orang beriman yang tersisa tanpa membuat tanda putih diwajahnya, sehingga bersinarlah wajahnya dan tiada yang tersisa bagi orang kafir tanpa membuat tanda hitam diwajahnya, sehingga hitam legam keseluruh wajahnya.

Ketika mereka sedang bertransaksi di pasar, mereka akan berkata, "Berapa harganya wahai orang beriman?" "Berapa harganya wahai orang kafir?"
Sehingga ketika salah seorang dari anggota keluarga duduk makan bersama, mereka akan mengetahui siapa yang beriman dan yang kafir.

Kemudian binatang itu berkata kepada orang beriman: "Wahai orang beriman, kalian akan berada di antara orang-orang penghuni surga," dan berkata kepada orang kafir: "Wahai orang kafir, kalian akan berada di antara orang-orang penghuni neraka." Sesuai dengan firman Allah dalam Surah dalam al-Qur'an,
“...dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami. (An Naml: 82)”

Abu Dawud at Tayalisi mencatat dari Abu Hurairah, Muhammad S.A.W bersabda: "Binatang ini akan muncul dari perut bumi dan akan membawa tongkat Musa dan memakai cincin Sulaiman. Ia akan memukul hidung orang kafir dengan tongkat itu dan akan mengusap wajah orang beriman sehingga cerah dengan cincin itu. Sehingga mereka makan bersama, mereka akan saling mengenali orang yang beriman dan yang kafir."

Juga kisah ini dicatat oleh Imam Ahmad dalam musnadnya, "Binatang itu akan memukul hidung orang kafir dengan cincin dan akan membuat wajah orang beriman menjadi cerah dengan tongkat, sehingga ketika mereka makan bersama, mereka akan berkata satu sama lainnya, "Wahai orang beriman" dan "Wahai orang kafir".

Beberapa hadits juga mencatat seperti berikut, apabila binatang ini memukulkan tongkatnya ke dahi orang yang beriman, maka akan tertulislah di dahi orang itu ‘Ini adalah orang yang beriman’. Apabila tongkat itu dipukul ke dahi orang yang kafir, maka akan tertulislah ‘Ini adalah orang kafir’.

Sumber:
^ Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di atas, “Hewan ini akan keluar diakhir zaman ketika rusaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka hewan bumi. Konon kabarnya, dari Makkah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Hewan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu”. Tafsir Ibnu Katsir (3/498)
^ Baridah berkata: Nabi S.A.W membawaku ke tempat yang berpasir, dekat Mekkah. Tempat itu sangat tandus yang dikelilingi oleh pasir. Muhammad S.A.W bersabda: Binatang buas ini akan muncul dari tempat ini dan tempat ini sangat kecil. Hadits riwayat Ibnu Majah.
^ Etimologi Dābbat al-Ard di situs web Harun Yahya.com
^ Hadits riwayat Ibnu Jurayj dari Ibnu Zubair.
^ https://www.islampos.com/dabatul-ard-1952/
^ Hadits riwayat Ibnu Jurayj dari Ibnu Zubair.
^ Abu Dawud at Tayalisi kisah dari Abu Hurairah.
^ Hadits riwayat Imam Ahmad dan Ibnu Majah.
^ https://id.wikipedia.org/wiki/Dabbat_al-Ard/

Dābbat al-Ard (Arab دابة الأرض)

: 0 Komentar
Sejak awal Tahun 2015 hingga Februari 2016 ini, Demi ALLAH mata saya menyaksikan sendiri, bahwa SOSIALISASI adalah #KODE baru dikalangan PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang ngefans sama OrBa atau OrbaLovers (gak pake cliquers), dengan kata lain SOSIALISASI adalah KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

Ini sungguh terjadi, saya menulis dengan sesungguhnya dalam keadaan sadar dan tanpa ada paksaan dari pihak manapun, ini asli kemauan saya sendiri.

Definisi Sosialisasi Di Tahun 2016 - Kesaksian

: 0 Komentar
Maraknya kasus pemalsuan Dokumen bisa di atasi dengan QR Code dan Web Server, di dalam QR Code di isi Link yang tertuju ke Server tempat Dokumen asli berada, jika Dokumen ber-QR Code sesuai dengan data Dokumen yang ada di Server, berarti Benar Dokumen tersebut Asli.

QR Code digunakan untuk Pendamping Tersisip atau bisa juga untuk pengganti Tanda Tangan atau Stempel, untuk mencegah pemalsuan saya rasa teramat sangat E f e k t i f.

Efektifitas QR Code dan Web Server Untuk Menjaga Dokumen Asli - Keamanan

: 0 Komentar
Mau Membantah Fakta Sejarah..? 
Gampang, Pergi Saja Kemasa Lalu dan Ubah Sejarah, Tapi Apa Mungkin..?

Agar tidak dituduh memfitnah, orang kristen punya hak untuk menjawab fakta-fakta HISTORIS kebiadaban kristen mulai dari dahulu.

1. Tahun 630 (8 H). Utusan Nabi Muhammad, Al-Harits ibu Umair al-Azady, yang membawa surat untuk pemimpin Bushro, dihadang dan diculik untuk selanjutnya dipenggal lehernya oleh pegawai Romawi atas perintah Kaisar Romawi, Heraklius. Padahal, membunuh duta negara merupakan kejahatan yang amat berat, sama halnya dengan mengumumkan perang. Akibat kebiadaban kaisar Kristen ini terjadilah perang Mut'ah dan perang Tabuk antara umat Islam melawan Kristen Romawi. Inilah konflik Pertama kali antara umat Islam dengan orang Kristen. Dan seperti yang terpampang dalam sejarah, Kristen lah yang lebih dulu membunuhi umat Islam.

2. Tahun 1064. Rombongan peziarah Kristen sebanyak 7000 orang yang dipimpin oleh seorang Uskup telah menyerang orang-orang Arab dan Turki di Yerusalem.

3. 15 Juli 1099, Yerusalem dijajah Kristen. 60.000 orang Islam dibunuh dengan keji, terdiri dari orang-orang Yahudi, Muslim, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Dilukiskan oleh saksi mata Kengerian begitu dahsyat: "Kami harus berjalan didalam darah musuh kami sedalam mata kaki". Akhirnya pada 15 Juli 1099, Yerusalem (Baitul Maqdis) jatuh ke tangan pasukan Salib, tercapailah cita-cita mereka. Berlakulah keganasan luar biasa yang belum pernah terjadi dalam sejarah umat manusia. Kaum kafir Kristen itu telah menyembelih penduduk sipil Islam baik lelaki, perempuan dan anak-anak dengan sangat ganasnya. Mereka juga membantai orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang enggan menjadi murtad dan bergabung dengan kaum Salib. Keganasan kaum Salib Kristen yang sangat luar biasa itu telah dikutuk dan diakui oleh para saksi dan penulis sejarah yang terdiri dari berbagai agama dan bangsa.

Seorang ahli sejarah Prancis, Michaud berkata: "Pada saat penaklukan Yerusalem oleh orang Kristen tahun 1099, orang-orang Islam dibantai di jalan-jalan dan di rumah-rumah. Yerusalem tidak punya tempat lagi bagi orang-orang yang kalah itu. Beberapa orang coba mengelak dari kematian dengan cara mengendap-endap dari benteng, yang lain berkerumun di istana dan berbagai menara untuk mencari perlindungan terutama di masjid-masjid. Namun mereka tetap tidak dapat menyembunyikan diri dari pengejaran orang-orang Kristen itu.
 
Tentara Salib yang menjadi tuan di Masjid Umar, di mana orang-orang Islam coba mempertahankan diri selama beberapa lama menambahkan lagi adegan-adegan yang mengerikan yang menodai penaklukan Titus. Tentara infanteri dan kavaleri lari tunggang langgang di antara para buruan. Di tengah huru-hara yang mengerikan itu yang terdengar hanya rintihan dan jeritan kematian. Orang-orang yang menang itu menginjak-injak tumpukan mayat ketika mereka lari mengejar orang yang coba menyelamatkan diri dengan sia-sia."Raymond d'Agiles, yang menyaksikan peristiwa itu dengan mata kepalanya sendiri mengatakan: "Di bawah serambi masjid yang melengkung itu, genangan darah di dalamnya mengenai lutut dan mencapai tali kekang kuda." Aksi pembantaian hanya berhenti beberapa saat saja, yakni ketika pasukan Salib itu berkumpul untuk menyatakan rasa syukur kepada Tuhan mereka Yesus Kristus atas kemenangan mereka. Tapi begitu upacara perayaan itu selesai, pembantaian diteruskan dengan lebih ganas lagi.

Seterusnya Michaud berkata: "Semua yang tertangkap yang disisakan dari pembantaian pertama, semua yang telah diselamatkan untuk mendapatkan upeti, dibantai dengan kejam. Orang-orang Islam itu dipaksa terjun dari puncak menara dan bumbung-bumbung rumah, mereka dibakar hidup-hidup, diseret dari tempat persembunyian bawah tanah, diseret ke hadapan umum dan dikurbankan di tiang gantungan."Selanjutnya Michaud menambahkan: "Air mata wanita, tangisan anak-anak, begitu juga pemandangan dari tempat Yesus Kristus memberikan ampun kepada para algojonya, sama sekali tidak dapat meredakan nafsu membunuh orang-orang yang menang itu. Penyembelihan itu berlangsung selama seminggu.Beberapa orang yang berhasil melarikan diri, dimusnahkan atau dikurangkan jumlahnya dengan perbudakan atau kerja paksa yang mengerikan."

Archbishop Tyre, saksi mata melukiskan peristiwa itu sbb:
"It was impossible to look upon the vast numbers of the slain without horror; everywhere lay fragments of human bodies, and the very ground was covered with the blood of the slain. It was not alone the spectacle of headless bodies and mutilated limbs strewn in all directions that roused the horror of all who looked upon them. Still more dreadful was it to gaze upon the victors themselves, dripping with blood from head to foot, an ominous sight which brought terror to all who met them. It is reported that within the Temple enclosure alone about ten thousand infidels perished."

"Adalah mustahil untuk melihat keatas angka-angka luas yang dibunuh tanpa kengerian; di mana-mana diletakkan bagian-bagian tubuh manusia, dan seluruh lantai telah tertutup oleh darah para korban. Itu tidak sendiri karena pertunjukan besar tubuh-tubuh tanpa kepala dan terpotong-potong yang ditaburkan di segala jurusan, benar-benar membangunkan kengerian bagi semua yang melihatnya. Meski demikian yang lebih seram adalah untuk menatap atas para pemenang diri mereka, menitikkan darah seluruh badan, suatu penglihatan tidak menyenangkan yang membawa teror bagi semua menjumpainya. Itu dilaporkan di dalam lampiran kuil itu sendiri bahwa sekitar sepuluh ribu orang pengkhianat binasa."

Gustave Le Bon telah mensifatkan penyembelihan kaum Salib Kristen sebagaimana kata-katanya: "Kaum Salib kita yang 'bertakwa' itu tidak memadai dengan melakukan berbagai bentuk kezaliman, kerusakan dan penganiayaan, mereka kemudian mengadakan suatu pertemuan yang memutuskan supaya dibunuh saja semua penduduk Yerusalem yang terdiri dari kaum Muslimin dan bangsa Yahudi serta orang-orang Kristen yang tidak memberikan pertolongan kepada mereka yang jumlahnya mencapai 60.000 orang. Orang-orang itu telah dibunuh semua dalam masa 8 hari saja termasuk perempuan, anak-anak dan orang tua, tidak seorang pun yang terkecuali."

Gustave Le Bon dalam bukunya "La Civilisation Islamique er Arabe" hal.407 juga mengatakan, "Kekejaman yang dilakukan oleh tentara salib terhadap kawan maupun lawan, tentara maupun rakyat sipil, wanita ataupun anak-anak, orang tua maupun anak muda, membuat mereka menduduki tempat teratas dalam sejarah kekerasan".

Salah seorang saksi sejarah, Robert The Monk, menulis sbb:
"Tentara kami menyerbu seluruh lorong, medan, serta di atas bumbung-bumbung rumah yang bersambungan seperti singa yang kehilangan anaknya. Kami mencabik-cabik anak-anak dengan kejam. Kami membunuh orang tua dan muda dengan pedang. Untuk mempercepat kerja, kami menggunakan satu tali untuk mengantung leher beberapa orang."Tentara merampas dan merampok apa saja yang mereka temukan. Mereka bahkan merobek perut para korban untuk mencari emas dan uang. Apa saja yang ditemukan, mereka rampas. Akhirnya, Bohemond mengumpulkan semua yang selamat, lelaki ataupun perempuan, yang cacat dan tidak berdaya di dalam sebuah istana, dan membunuh mereka semua. Mereka meninggalkan yang muda untuk dijual di pasar budak Antiochia.

Godfrey Hardouinville melaporkan kepada Paus: "Di Yerusalem, umat Islam yang ditangkap, dibunuh oleh orang-orang kami di halaman kuil Solomon hingga kuil itu dipenuhi dengan darah yang menggenang sampai ke lutut."

Ahli sejarah Kristen yang lain, Mill, mengatakan: "Ketika itu diputuskan bahwa rasa kasihan tidak boleh diperlihatkan terhadap kaum Muslimin. Orang-orang yang kalah itu diseret ke tempat-tempat umum dan dibunuh. Semua kaum wanita yang sedang menyusu, anak-anak gadis dan anak-anak lelaki dibantai dengan kejam. Tanah padang, jalan-jalan, bahkan tempat-tempat yang tidak berpenghuni di Yerusalem ditaburi oleh mayat-mayat wanita dan lelaki, dan tubuh anak-anak yang terkoyak-koyak. Tidak ada hati yang lebur dalam keharuan atau yang tergerak untuk berbuat kebajikan melihat peristiwa mengerikan itu." Penaklukan Yerusalem oleh tentara Salib benar-benar diwarnai dengan pembantaian yang tak pandang bulu (indiscriminate massacre). Kaummuslimin -meliputi semua umur dan jenis yang tak berdaya- dibantainya.

K. Hitti menuliskan, "Heaps of heads and hand feet were to be seen throughout the street and squares of the city." (Tumpukan dari kepala-kepala dan kaki tangan korban pembantaian dipamerkan di jalan-jalan dan di sudut-sudut kota).

Para ahli sejarah mencatat jumlah korban pembantaian itu sekitar 60.000 sampai 100.000 orang lebih. Peristiwa yang kejam ini, jika dibandingkan dengan penaklukan Shalahuddin al-Ayyubi dalam merebut kembali Yerusalem, tentu menimbulkan pertanyaan, "Benarkah motivasi agama (Kristen) menjiwai perang ini..?".
 
Karena, berbeda 180 derajat dengan pembantaian yang dilakukan oleh pasukan Kristen, umat Islam sama sekali tidak melakukan pembantaian balasan ketika merebut kembali Yerusalem dibawah pimpinan Salahuddin Al-Ayyubi. Kristen membantai sangat banyak umat manusia ketika merebut Yerusalem,
sementara Islam dibawah pimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi berperilaku jauh lebih mulia dan beradab daripada Kristen ketika merebut Yerusalem kembali. Benar-benar bertolak belakang sekali memang antara Islam dengan Kristen itu. Sikap Salahuddin ini menambah harum namanya, baik di mata lawan maupun kawan. Beberapa sejarawan Barat yang pernah menulis ketinggian pribadinya, antara lain Stanley Lane Poole.

4. Tahun 1456. Pertempuran Belgrade 1456, 80.000 orang Turki dibunuh oleh orang-orang Kristen. Sampai disini saja entah sudah berapa banyaknya nyawa umat manusia yang telah dihabisi oleh orang Kristen. Umat Yahudi disembelih, umat Islam dibantai, bahkan umat seimanpun dihabisi juga oleh Kristen.Kekejaman dan kebiadaban Kristen memang terlalu spektakuler, mungkin sudah menjadi darah daging mereka untuk menghabisi nyawa orang. Buktinya jumlah manusia yang telah dibunuh oleh orang Kristen berkali-kali lipat lebih banyak daripada perbuatan sejenis yang dilakukan oleh umat Islam dan agama lainnya.

5. 3 Juni 1502, terjadilah pembunuhan massal di Kalikut, sebuah
kota pelabuhan di selatan India yang menjadi pusat perdagangan abad ke-16. Pembunuhan massal yang terjadi atas para pedagang Arab itu dilakukan oleh Vasco Da Gama seorang pelaut Portugis dan pasukannya. Awalnya, Vasco da Gama atas perintah raja Manuel dari Portugal, melakukan ekspedisi laut untuk mencapai India, salah satu tujuannya adalah untuk mencari rempah-rempah. Ekspedisi ini menggunakan empat kapal dengan 160 tentara dan pelaut.Mereka mengangkat sauh dari pelabuhan Lisabon tanggal 8 Juli 1497 dan tiba di pelabuhan Calicut pada tanggal 22 Mei 1498. Sebagaimana imperialis Barat lainnya, Vasco da Gama dengan segera mengklaim Calicut sebagai wilayah dagangnya dan timbullah pertentangan dengan para pedagang Arab. Akhirnya, Vasco da Gama memerintahkan pasukannya untuk membunuh massal para pedagang Arab yang berjumlah 800 orang tersebut. Calicut kini telah beralih nama menjadi Kozhikode.

6. 8 Mei 1621, 14.000 orang di pulau Banda, Maluku dibantai Kristen Belanda. Contoh kongkrit bisa dilacak lewat bukti lembaran sejarah pembantaian bangsa Banda pada tanggal 8 Mei 1621, yang menelan hampir seluruh jumlah penduduk pulau Banda sebanyak 14.000 orang. Penduduk asli Banda tiada tersisa (Willard A. Hanna; Indonesian Banda Colonialism and its aftermath in the nutmeg island).

7. Tahun 1808-1811. Untuk memperkuat pertahanan di Pulau Jawa, Gubernur Jendral Herman William Daendels memerintahkan pembuatan jalan raya dengan kerja paksa (kerja rodi). Jalan itu sangat panjang, 1000 km terbentang dari Anyer sampai Panarukan. Si Kristen bengis Daendels MEMAKSA rakyat Indonesia untuk mengerjakan pembuatan jalan raya tersebut tanpa diberi upah. Ribuan rakyat Indonesia mati menjadi korban dalam pembuatan jalan
tersebut.

8. Tanggal 4 Maret tahun 1823, pasukan Yunani dalam era peperangan melawan tentara Imperium Ottoman, melakukan pembunuhan massal terhadap 12 ribu muslim di kota Tripolitza. Tentara Yunani dalam pertempuran itu mendapatkan dukungan dari beberapa negara Eropa.

9. Pada tahun 1830, Van Der Cappelen digantikan oleh Van Den Bosch sebagai Gubernur Jendral di Hindia Belanda. Ia diberi tugas untuk mengisi kas keuangan Belanda yang kosong. Setelah memeras otak beberapa lama, Van Den Bosch menemukan suatu cara. Ia memberlakukan kebijakan Cultur Stelsel atau Tanam Paksa. Tanam paksa menimbulkan penderitaan rakyat yang amat menyedihkan. Beban rakyat semakin berat. Hasil pertanian pun semakin turun. Rakyat mengalami kelaparan. Banyak rakyat Indonesia yang mati kelaparan, gara-gara penindasan Kristen biadab. Sebaliknya, sistem tanam paksa ini menguntungkan Kristen Belanda. Kas negara Belanda yang tadinya kosong, kini terisi kembali. Hasil tanam paksa diangkut seluruhnya ke Belanda. Kemudian, hasil tersebut digunakan untuk membangun negeri Belanda.

10. 10 November 1945, kekejaman penjajah Inggris di Surabaya.Pada bulan November 1945 terjadi perang yang amat sengit antara tentara Inggris dengan pasukan Indonesia yang mempertahankan pelabuhan dan kota Surabaya. Sekitar dua minggu pasukan Indonesia yang sebagian besar hanya bersenjatakan senapan dan bambu runcing melawan tentara Inggeris yang bersenjata lengkap dan modern dengan dibantu kapal-kapal altileri, angkatan udara dan tank-tank. Peristiwa pemboman atas kota Surabaya pada tanggal 10 November 1945 yang dilakukan oleh Angkatan Perang Kerajaan Inggris, di mana diperkirakan telah jatuh korban sekitar 30.000 orang Indonesia tewas (beberapa pihak menyebutkan "hanya" 12.000 korban tewas), yang banyak diantara korbannya adalah para orangtua, wanita dan anak-anak. ini adalah Crimes against humanity!

Pada tanggal 10 November 1945 di kota Surabaya, ibukota propinsi Jawa Timur Indonesia, dengan dalih: kematian Brigjen Mallaby, rakyat dan pemuda menghalangi perlucutan tentara Jepang oleh Sekutu, rakyat dan pemuda tidak mau menyerahkan tawanan Jepang dan senjatanya kepada Sekutu, pada tanggal 10 Nopember 1945 kota Surabaya dibombardir oleh kapal-kapal Sekutu dari laut dan pesawat-pesawat tempur mereka dari udara.Ribuan rumah di kota Surabaya hancur dan ribuan mayat bergelimpangan di mana-mana, berhari-hari Sekutu melakukan serangan tersebut dengan kejam tanpa pertimbangan perikemanusiaan sama sekali. Tujuan mereka supaya rakyat dan pemuda minta ampun dan menyerah kepada Sekutu (Kristen Inggris).

Tetapi rakyat dan pemuda Surabaya dan satuan-satuan bersenjata lainnya yang pantang menyerah dan pantang minta ampun, makin menguatkan tekad dan semangat untuk meneruskan perlawanan bersenjata terhadap siapa saja yang akan memaksakan kembalinya penjajahan di Indonesia.

Perlawanan yang gagah berani, pantang menyerah dan dengan semangat berkobar-kobar dari kaum patriot Indonesia untuk membela tanah airnya melawan agresor di Surabaya itu membangkitkan semangat perlawanan patriot Indonesia lainnya di seluruh Indonesia.Atas dasar ideologi dan semangat rakyat dan pemuda Surabaya yang pantang menyerah itulah maka tanggal 10 Nopember dijadikan "Hari Pahlawan" di Indonesia.

Dalam pertempuran Surabaya melawan pasukan Inggris pada bulan November 1945 ini, tidak sedikit peranan pemuda-pemuda Tionghoa dan Arab yang ikut berjuang, bahu membahu melawan penyerbuan Kristen Inggris. Berkenaan dengan pertempuran Surabaya, pada tanggal 12 November 1945, Bung Karno mengucapkan pidato antara lain

"Ratusan orang Tionghoa dan Arab yang tidak bersalah dan suka damai, yang datang di negeri ini untuk berdagang, terbunuh dan luka-luka berat. Kurban di pihak Indonesia lebih banyak lagi. Saya protes keras terhadap pemakaian senjata modern, yang ditujukan kepada penduduk kota yang tidak sanggup mempertahankan diri untuk melawan".

11. 5 Juli 1962, setelah berjuang selama bertahun-tahun dan mengorbankan sekitar saju juta syuhada, rakyat muslim Aljazair akhirnya berhasil meraih kemerdekaan mereka.Pada tahun 1830, Prancis datang menyerang Aljazair dengan tujuan menjadikan negara itu sebagai wilayah jajahannya, namun mendapat perlawanan
keras dari bangsa Aljazair. Salah satu pejuang kemerdekaan Aljazair yang terkemuka adalah Amir Abdul Qadir Aljazairi sejak tahun 1932. Pada 18 Februari 1834, tentara Prancis mengalami kekalahan telak melawan pasukan Amir Abdul Qadir Aljazairy. Sepertiga tentara Prancis tewas dalam pertempuran itu dan setengah dari tentara yang masih hidup menjadi tawanan perang.

Kristen kolonialis Prancis yang baru pertama kalinya mengalami kekalahan besar di Afrika, menawarkan perdamaian. Namun, pemimpin perjuangan rakyat Aljazair, Amir Abdul Qadir Aljazairy itu menolak tawaran damai itu dan meneruskan perjuangannya sehingga hampir seluruh kawasan Aljazair berhasil dibebaskan. Namun pada tahun 1836, tentara Prancis kembali mengalahkan pasukan Abdul Qadir.Pada tanggal 18 November 1839, dimulailah periode kedua perjuangan rakyat Aljazair melawan penjajahan Prancis. Dalam perang ini, Kristen Prancis menambah pasukannya dalam jumlah besar dan menggunakan strategi penghancuran terhadap basis-basis militer Abdul Qadir. Selain itu, tentara Prancis juga membuat rakyat kelaparan dengan cara menghancurkan ladang, kebun buah, dan hewan ternak. Akhirnya, Amir Abdul Qadir terpaksa menyerah pada tahun 1847 dan dipenjarakan di Prancis. Dengan kekalahan tersebut, Prancis pun berkuasa penuh atas Aljazair. Dengan leluasa, Prancis menguras hasil bumi negara ini dan menindas rakyat Aljazair.Sekitar satu abad kemudian, setelah Perang Dunia Kedua, sekali lagi rakyat Aljazair memulai perjuangannya melawan penjajahan Prancis. Pada tanggal 31 Juli 1962, barulah Aljazair meraih kemerdekaannya.

12. 19 Juni 1971. Sekitar 70 orang Moro, baik laki-laki, wanita dan anak-anak tanpa ampun dibantai oleh kelompok Ilaga Movement yang dibacking orang-orang Katolik Biadab dari Militer Filipina pada salah satu
masjid di Barrio Manili, Carmen Cotabato Utara. Peristiwa yang kemudian dikenal dengan Pembantaian Manili ini, membuktikan bahwa peperangan antara bangsa Moro melawan Filipina adalah konflik religius. Yaitu kebencian mendalam Katolik Filipina terhadap agama Islam yang dianut oleh mayoritas penduduk di Mindanao Selatan. Sampai detik ini total lebih dari 30 ribu muslim di Filipina yang tewas menjadi korban kekejaman pemerintah Filipina.

13. Tahun 1982. Pada tanggal 17 September 1982, terjadi pembunuhan massal terhadap warga sipil Palestina yang menghuni Camp penampungan Shabra dan Shatila di Lebanon oleh kelompok Phalang/Kristen dari Tentara Lebanon Selatan (SLA) yang didukung oleh tentara Zionis Israel.Dengan persetujuan Menachem Begin, Perdana Menteri Israel dan atas perintah Ariel Sharon, Menteri Perang Israel pada waktu itu, pada dini hari tanggal 17 September, tentara Zionis mengepung kamp pengungsi Shabra dan Shatila. Lalu, kelompok Phalang memasuki kamp tersebut dan memperkosa serta membunuh warga sipil Palestina yang umumnya wanita, anak-anak, dan orang tua. Pembunuhan massal ini berlangsung selama 40 jam dan 3300 orang telah terbunuh.

14. 14-15 April 1986. Selama dua hari Kristen AS atas perintah Presiden Ronald Reagan, -yang sudah mampus dan sedang dalam perjalanan menuju neraka jahannam- mengebom Tripoli dan Benghazi, kota-kota terpenting di Libya, yang menewaskan seratus orang menurut pers barat dan enam puluh orang menurut laporan resmi Libya, sebagian besar penduduk sipil. Tujuan Kristen biadab AS melakukan pengeboman itu adalah untuk membunuh Presiden Libya yang berdaulat, Kolonel Muammar Qaddhafy, namun hasilnya ternyata meleset. Qaddhafy selamat, namun salah seorang anak tirinya yang tidak bersalah berhasil dimampuskan oleh Kristen biadab AS.Berikut bunyi sebuah surat yang cukup mengharukan dari seorang anak perempuan Libya berusia tujuh tahun, yang ia tujukan pada presiden AS Ronald Reagan setelah pengeboman itu. Saudara perempuan satu-satunya bocah cilik tersebut telah terbunuh akibat pemboman Kristen AS. Tulisan tangan bocah ini

15. 28 Oktober 2010. Sebuah penyerangan warga Muslim oleh pemuda Kristen terjadi di kota Medan. Kejadian teror yang memilukan ini terjadi di Kampung Melayu, Selambu, Medan. Sebanyak 7 rumah dibakar dan 7 hektar ladang warga juga dirusak. Mengapa kaum minoritas Kristen ini begitu berani melakukan teror ke umat Islam yang mayoritas..? bagaimana dengan Kasus Maluku..? Ambon..? Papua..?

16. Berbagai pembantaian Kristen terhadap Umat Islam terjadi dimana-mana hingga saat ini, negara-negara Muslim di fitnah dan penduduknya di bunuh mulai dari Irak, Palestina, Libya, Chechya, Filipina, Pakistan, Afganistan, Libanon, Maroko, Turki hingga Indonesia, sampai saat ini..

Sumber : InMu

Kebiadaban Kristen Terhadap Islam - Fakta Sejarah

: 3 Komentar

Rumus cara menghitung zakat Maal (harta simpanan), Fitrah, Profesi (pekerjaan) serta Nisab dalam agama Islam

Bagi muslim yang terhitung mampu dalam segi ekonominya maka wajib membayar sebagian harta yang dimiliki kepada mustahiq (orang yg berhaq menerima zakat) baik melalui badan amil zakat atau di distribusikan (dibagikan) secara langsung oleh kita.. hukum zakat adalah WAJIB, bila mampu secara finansial dan telah mencapai nisab (batas hitungan minimal pembayaran zakat).


A. Rumus Perhitungan Zakat Fitrah:
    Zakat Fitrah /Orang = 3x harga beras dipasaran /liter Contoh: harga beras layak komsumsi dipasar rata-rata harganya Rp.8000,- maka zakat fitrah yang wajib dibayar adalah sebesar Rp.24.000,-


B. Rumus Perhitungan Zakat Profesi/Pekerjaan:
    Zakat Profesi/Pekerjaan = 2,5% x (Penghasilan Total Setelah Pembayaran Hutang/Cicilan) Nisab Zakat Profesi = harga beras layak konsumsi /liter x 520 Contoh: bang Fery mendapat gaji sebesar 4.jt/bulan dan penghasilan tambahan dari kois sembako sebesar 8.jt/bulan, maka total penghasilan bang Fery sebesar 12.jt/bulan, dipotong pembayaran cicilan rumah sebesar 5.jt/bulan (12-5=7) jadi penghasilan bersihnya adalah 7.jt/bulan sedangkan harga beras yang /kg sebesar Rp.8000,- x 520 = Rp.4.160.000,- berarti penghasilan bersih bang Fery sudah melewati batas nisab zakat karena telah melebihi dari Rp.4.160.000,- maka bang Fery harus membayar Zakat Profesi/Pekerjaan sebesar Rp.7.jt x 2,5% = Rp.175.000,- di bulan itu, untuk perhitungan bulan selanjutnya disesuaikan dengan penghasilan yang ada.


C. Rumus Perhitungan Zakat Maal/Kekayaan/Simpanan:
    Zakat Maal/Kekayaan = 2,5% x Jumlah harta yang tersimpan selama 1.tahun (tabungan & investasi) Nisab Zakat Maal = harga EMAS/gram di pasaran x 85 Contoh: bu Ayu memiliki tabungan di HSBC sebesar Rp.100.jt + deposito sebesar Rp.200.jt + rumah ke-2 senilai Rp.500.jt + emas dan perak senilai Rp.200.jt = total hartanya adalah Rp.1.M nah, jika harga emas /gram Rp.250.000,- maka batas nisabnya adalah Rp.21.250.000,- (250.000,- x 85) berarti harta kekayaan bu Ayu sudah melampaui batas nisab, bu Ayu harus membayar Zakat Maal sebesar 1.M x 2,5% = Rp.25.jt/tahun
namun perhitungan seperti ini bukanlah satu-satunya perhitungan yang dihasilkan oleh para ulama fiqh..
ref: selengkapnya lihat bab zakat - i'anah attholibin sarah fathul mu'in

* Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang yang menimbun Harta, oleh karena itu hiduplah sederhana dan gunakan harta untuk diputar kembali dalam perekonomian secara halah, jangan lupa perbanyak sedekah.. :)


Catatan : dalil dalam Al-Qur'an dan Al-hadits

Zakat penghasilan atau zakat profesi (al-mal al-mustafad) adalah zakat yang dikenakan pada setiap pekerjaan atau keahlian profesional tertentu, baik yang dilakukan sendirian maupun bersama dengan orang/lembaga lain, yang mendatangkan penghasilan (uang) halal yang memenuhi nisab (batas minimum untuk wajib zakat). Contohmya adalah pejabat, pegawai negeri atau swasta, dokter, konsultan, advokat, dosen, makelar, seniman dan sejenisnya.

Hukum zakat penghasilan berbeda pendapat antar ulama fiqh. Mayoritas ulama madzhab empat tidak mewajibkan zakat penghasilan pada saat menerima kecuali sudah mencapai nisab dan sudah sampai setahun (haul), namun para ulama mutaakhirin seperti Syekh Abdurrahman Hasan, Syekh Muhammad Abu Zahro, Syekh Abdul Wahhab Khallaf, Syekh Yusuf Al Qardlowi, Syekh Wahbah Az-Zuhaili, hasil kajian majma' fiqh dan fatwa MUI nomor 3 tahun 2003 menegaskan bahwa zakat penghasilan itu hukumnya wajib.

Hal ini mengacu pada pendapat sebgian sahabat (Ibnu Abbas, Ibnu Masud dan Mu'awiyah), Tabiin ( Az-Zuhri, Al-Hasan Al-Bashri, dan Makhul) juga pendapat Umar bin Abdul Aziz dan beberpa ulama fiqh lainnya. (Al-fiqh Al-Islami wa ‘Adillatuh, 2/866)

Juga berdasarkan firman Allah SWT:
"... Ambilah olehmu zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka..." ( QS. At-Taubah 9:103)
dan firman Allah SWT:
"Hai orang-orang yang beriman! nafkahkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik..." ( QS. Al-Baqarah. 2:267)

Juga berdasarkan sebuah hadits shahih riwayat Imam Tirmidzi bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Keluarkanlah olehmu sekalian zakat dari harta kamu sekalian,"
dan hadits dari Abu Hurairah r.a. Rasulullah SAW bersabda: 
"Sedekah hanyalah dikelaurkan dari kelebihan/kebutuhan. tangan atas lebih baik daripada tangan dibawah. mulailah (dalam membelanjakan harta) dengan orang yang menjadi tanggung jawabmu." ( HR. Ahmad)

Dan juga bisa dijadikan bahan pertimbangan apa yang dijelaskan oleh penulis terkenal dari Mesir, Muhammad Ghazali dalam bukunya Al-Islam wal Audl' Aliqtishadiya:
"Sangat tidak logik kalau tidak mewajibkan zakat kepada kalangan profesional seperti dokter yang penghasilannya sebulan bisa melebihi penghasilan petani setahun."
Jika kita mengikuti pendapat ulama yang mewajibkan zakat penghasilan, lalu bagaimana cara mengeluarkannya? Dikeluarkan penghasilan kotor (bruto) atau penghasilan bersih (neto)? Ada tiga wacana tentang bruto atau neto seperti berikut ini.

Bruto atau Neto
Dalam buku fiqh zakat karya DR Yusuf Qaradlawi. bab zakat profesi dan penghasilan, dijelaskan tentang cara mengeluarkan zakat penghasilan. Kalau kita klasifikasi ada tiga wacana:

1. Pengeluaran brotto, yaitu mengeluarkan zakat penghasilan kotor. Artinya, zakat penghasilan yang mencapai nisab 85 gr emas dalam jumlah setahun, dikeluarkan 2,5 % langsung ketika menerima sebelum dikurangi apapun. Jadi kalau dapat gaji atau honor dan penghasilan lainnya dalam sebulan mencapai 2 juta rupiah x 12 bulan = 24 juta, berarti dikeluarkan langsung 2,5 dari 2 juta tiap buan = 50 ribu atau dibayar di akhir tahun = 600 ribu.
Hal ini juga berdasarkan pendapat Az-Zuhri dan 'Auza'i, beliau menjelaskan: "Bila seorang memperoleh penghasilan dan ingin membelanjakannya sebelum bulan wajib zakat datang, maka hendaknya ia segera mengeluarkan zakat itu terlebih dahulu dari membelanjakannya" (Ibnu Abi Syaibah, Al-mushannif, 4/30). Dan juga menqiyaskan dengan beberapa harta zakat yang langsung dikeluarkan tanpa dikurangi apapun, seperti zakat ternak, emas perak, ma'dzan dan rikaz.


2. Dipotong oprasional kerja, yaitu setelah menerima penghasilan gaji atau honor yang mencapai nisab, maka dipotong dahulu dengan biaya oprasional kerja. Contohnya, seorang yang mendapat gaji 2 juta rupiah sebulan, dikurangi biaya transport dan konsumsi harian di tempat kerja sebanyak 500 ribu, sisanya 1.500.000. maka zakatnya dikeluarkan 2,5 dari 1.500.000= 37.500,-
Hal ini dianalogikan dengan zakat hasil bumi dan kurma serta sejenisnya. Bahwa biaya dikeluarkan lebih dahulu baru zakat dikeluarkan dari sisanya. Itu adalah pendapat Imam Atho' dan lain-lain dari itu zakat hasil bumi ada perbedaan prosentase zakat antara yang diairi dengan hujan yaitu 10% dan melalui irigasi 5%.

3. Pengeluaran neto atau zakat bersih, yaitu mengeluarkan zakat dari harta yang masih mencapai nisab setelah dikurangi untuk kebutuhan pokok sehari-hari, baik pangan, papan, hutang dan kebutuhan pokok lainnya untuk keperlua dirinya, keluarga dan yang menjadi tanggungannya. Jika penghasilan setelah dikurangi kebutuhan pokok masih mencapai nisab, maka wajib zakat, akan tetapi kalau tidak mencapai nisab ya tidak wajib zakat, karena dia bukan termasuk muzakki (orang yang wajib zakat) bahkan menjadi mustahiq (orang yang berhak menerima zakat) karena sudah menjadi miskin dengan tidak cukupnya penghasilan terhadap kebutuhan pokok sehari-hari.

Hal ini berdasarkan hadits riwayat imam Al-Bukhari dari Hakim bin Hizam bahwa Rasulullah SAW bersabda:
".... dan paling baiknya zakat itu dikeluarkan dari kelebihan kebutuhan...". (lihat: DR Yusuf Al-Qaradlawi. Fiqh Zakat, 486)

Kesimpulan, seorang yang mendapatkan penghasilan halal dan mencapai nisab (85 gr emas) wajib mengeluarkan zakat 2,5 %, boleh dikeluarkan setiap bulan atau di akhir tahun. Sebaiknya zakat dikeluarkan dari penghasilan kotor sebelum dikurangi kebutuhan yang lain. Ini lebih afdlal (utama) karena khawatir ada harta yang wajib zakat tapi tapi tidak dizakati, tentu akan mendapatkan adzab Allah baik di dunia dan di akhirat. Juga penjelasan Ibnu Rusd bahwa zakat itu ta’bbudi (pengabdian kepada Allah SWT) bukan hanya sekedar hak mustahiq. Tapi ada juga sebagian pendapat ulama membolehkan sebelum dikeluarkan zakat dikurangi dahulu biaya oprasional kerja atau kebutuhan pokok sehari-hari.
Semoga dengan zakat, harta menjadi bersih, berkemabang, berkah, bermanfaat dan meneyelamatkan pemiliknya dari siksa Allah SWT.  Amiin ya mujibas sa`ilin...

H Abdurrahman Navis Lc
Wakil Katib Syuriyah PWNU Jawa Timur

Rumus Cara Menghitung Zakat Maal, Fitrah, Profesi

: 4 Komentar
Piagam Jakarta Hak Umat Islam

Tanggal 22 Juni 1945, merupakan saat yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia, karena saat itu atau 65 tahun yang lalu telah lahir Piagam Jakarta yang merupakan ruh dalam meletakkan landasan hukum pembangunan bangsa ini. Piagam Jakarta adalah naskah otentik Pembukaan UUD 45. Naskah tersebut disusun oleh Panitia Sembilan bentukan BPUPKI yang terdiri dari Ir Soekarno, Mohammad Hatta, AA Maramis, Abikusno Tjokrosujoso, Abdulkahar Muzakir, Haji Agus Salim, Achmad Subardjo, Wachid Hasjim, dan Muhammad Yamin. Dalam alinea keempat naskah itu tercatat kalimat: 
".... kewadjiban mendjalankan sjari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknja....’’

Pada 9 Juli 1945, Soekarno menyebut Piagam Jakarta sebagai gentlemen’s agreement antara kelompok nasionalis-sekuler dan nasionalis-Muslim. Tapi pada 18 Agustus 1945, tujuh kata vital tadi akhirnya didrop. Alasannya, umat Kristen di Indonesia Timur tidak akan turut serta dalam negara Republik Indonesia yang baru saja diproklamirkan bila tujuh kata itu tetap dicantumkan dalam Pembukaan UUD 45 sebagai Dasar Negara.

Mengomentari ultimatum itu, Dr M Natsir mengatakan:
“Menyambut hari Proklamasi 17 Agustus kita bertahmied. Menyambut hari besoknya, 18 Agustus, kita beristighfar. Insya Allah umat Islam tidak akan lupa.”

Upaya kekuatan Islam untuk merehabilitasi Piagam Jakarta pada Sidang Majelis Konstituante 1959 disabotase oleh Presiden Soekarno dengan menerbitkan Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Gagal lah usaha tersebut hingga sekarang.

Meskipun demikian, tokoh Masyumi Prof Kasman Singodimedjo dalam biografinya mengingatkan:
“Piagam Jakarta sebenarnya merupakan gentlemen’s agreement dari bangsa ini. Sayang, kalau generasi selanjutnya justru mengingkari sejarah.”

Memasuki era reformasi, UUD 45 memang mengalami amandemen. Hingga ini telah diamandemen sebanyak 4 kali, yakni pada tahun 1999 hingga yang terakhir tahun 2002.

Amandemen itu menimbulkan kontroversi. Ada yang menginginkan kembali ke UUD 45 yang asli (versi Dekrit). Sebagian lagi ingin mempertahankan UUD yang sudah diamandemen yaitu UUD 2002, dan ada yang menginginkan UUD yang sudah diamandemen ini diamandemen kembali untuk kelima kalinya. Untuk yang terakhir ini, sebagian mengusulkan amandemen terbatas, dan sebagian lagi amandemen overwhole atau keseluruhan. Tapi dalam kenyataannya jangankan merehabilitasi Piagam Jakarta, pembahasan amandemen UUD 45 malah sempat menggugat eksistensi Pasal 29 yang menegaskan landasan ketuhanan bangsa.

Makin liar

Amandemen berikutnya cenderung semakin liar. UUD Amandemen 2002 adalah kran awal dari intervensi asing dalam perundang-undangan. Secara umum modus operandi imperialisme lewat jalur UU dapat dikategorikan dalam beberapa cara (Al Wa'ie No70 Tahun VI, 1-30 Juni 2006).

Pertama, intervensi G2G (government to government), yakni pemerintah asing secara langsung menekan pemerintah suatu negara agar memasukkan suatu klausul atau agenda dalam perundangannya dan model G2G seperti ini. Contohnya pernyataan bahwa Indonesia sarang teroris, baik yang dilontarkan AS, Australia, maupun Singapura bertujuan untuk mendesak agar Indonesia menerapkan UU antiteroris yang lebih ketat.

Kedua, intervensi W2G (world to government), yakni lembaga internasional (seperti PBB, WTO, IMF) yang mengambil peran penekan. Contohnya agenda UU yang terkait globalisasi ekonomi dan liberalisasi perdagangan (UU perbankan, UU migas, UU tenaga listrik, UU sumber daya air).

Ketiga, intervensi B2G (bussines to government). Para pengusaha dan investor menekan pemerintah agar meluluskan berbagai kepentingan mereka dalam undang-undang. Contohnya agenda UU yang terkait dengan investasi, perpajakan, dan perburuhan.

Keempat, intervensi N2G (non government organization to government). Pihak non government organization ini dapat berupa orang asing atau lokal murni tapi disponsori asing. Mereka bisa mendatangi para penyusun UU (teror mental) hingga demo besar-besaran. Contoh pada UU tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga(UU KDART) dan penolakan RUU antipornogarfi dan pornoaksi.

Kelima, intervensi I2G (intellectual to government). Kaum intelektual, para ilmuwan, bahkan tokoh agama dapat dipakai untuk menekan pemerintah agar meloloskan suatu agenda dalam perundangannya. Jenis ini merupakan intervensi paling rapi dan paling sulit dideteksi. Contohnya terlihat pada agenda penyusunan UU Otonomi Daerah

LSM asing yang terlibat aktif dalam penyusunan UU adalah National Democration Institute (NDI) yang dalam operasionalnya didukung CETRO. Mereka mempunyai program constitutional reform. Ditengarai ada dana 4,4 miliar dolar AS dari Amerika Serikat (AS) untuk membiayai proyek tersebut. Bahkan NDI dan CETRO mendapat fasilitas di Badan Pekerja (BP) MPR hingga dengan mudah mengikuti rapat-rapat di MPR.

Sebagai konsekuensinya, undang-undang yang berada di bawah UUD 45 Amandemen itu pun bersifat liberal. Hasilnya, lahirlah UU Migas, UU Listrik (meski kemudian dibatalkan oleh MK), UU Sumber Daya Air (SDA), dan UU Kekerasan Dalam Rumah Tangga(UU KDRT).

Pakar minyak, Qurtubi dalam diskusi bertema 'UUD 1945 vs UUD 2002' di kantor Institute for Policy Studies Jakarta membenarkan masuknya paham liberalisme dalam UU Migas dan UU Sumber Daya Air. Belakangan juga disahkan UU Penanaman Modal yang memberikan karpet merah bagi kekuatan asing untuk menguasai 100 persen kekayaan Indonesia untuk kemudian melakukan repatriasi.

Dampak Yang Terjadi

Dampak nyata dari UU tersebut sudah terasa. Melalui UU Migas, Pertamina, yang notabene perusahaan milik rakyat, saat ini bukan lagi pemain tunggal. Pertamina harus bersaing dengan perusahaan minyak asing seperti Shell, Exxon Mobil, Mobil Oil, dan sebagainya. Dalam kasus pengelolaan ladang minyak Blok Cepu Jateng, Pertamina harus kalah melawan Exxon Mobil.

Semua ini adalah merupakan musibah nasional, karena elite politik dan para pemimpin bangsa ini telah kehilangan rasa kebangsaan dan religiusitas. Mereka terlalu mudah menggadaikan kepentingan bangsa untuk kepentingan kelompok dan golongan melalui pendekatan pragmatis. Rasa idealisme dan keagamaan telah tenggelam disapu oleh badai liberealisme, kapitalisme, dan hindonisme yang materialistis, sehingga tidak ada satu kekuatan pun di negeri ini yang akan mampu membendung gelombang korupsi dan manipulasi.

Piagam Jakarta seperti yang termaktub dalam Dekrit Presiden Soekarno 5 Juli 1959 , dengan keputusan Presiden No150 tahun 1959, sebagaimana ditempatkan dalam Lembaran Negara No75/1959 mengakui hak tersebut. Keputusan Presiden ini sah berlaku, dan tak dapat dibatalkan melainkan harus bertanya dahulu kepada rakyat lewat referendum (Ridwan Saidi, Piagam Jakarta ,Tinjauan Hukum dan Sejarah, 2007). (RioL)

Piagam Jakarta Hak Umat Islam

Syariat Islam kedudukannya sudah sah secara hukum.
Piagam Jakarta yang terhapus dari Pembukaan UUD 1945 merupakan hak umat Islam Indonesia untuk menjalankan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Bila umat Islam mengabaikan Piagam Jakarta sebagai suatu kenyataan sejarah, sama saja dengan mengabaikan haknya.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Malam Sabat Kaban, dalam diskusi peluncuran buku Piagam Jakarta menurut Tinjauan Hukum dan Sejarah, karya budayawan Ridwan Saidi, di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (21/6). Kaban pun mengingatkan, Dekrit Presiden Soekarno, 5 Juli tahun 1959, juga memuat kata-kata ''kembali ke UUD 1945 yang dijiwai oleh Piagam Jakarta''.

''Ini bukan ingin membuka luka lama, tapi menyangkut hak umat Islam,'' kata Kaban. Dia pun menegaskan, pendapat yang menyatakan arti tujuh kata 'dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya' sebagai aturan yang hanya mengatur kewajiban individu, adalah keliru. ''Piagam Jakarta bukan hak individu, tapi ini peran pemerintah yang mengatur salah satunya ajaran Islam ditegakkan. Kewajiban ini dibebankan pada negara yang bertanggung jawab dalam penegakan hukum Islam tanpa mengorbankan non-Muslim,'' kata Menteri Kehutanan itu.

Kaban mengingatkan, Piagam Jakarta berbeda dengan Piagam Madinah. Piagam Madinah adalah kekuatan operasional di Madinah oleh Nabi Muhammad SAW sehingga non-Muslim terjamin hak-haknya. Sementara Piagam Jakarta adalah hukum yang mengatur supaya umat Islam mempunyai hak-hak untuk melaksanakan syariat. ''Tak perlu takut, malu, atau minder perjuangkan syariat Islam karena peluangnya terbuka,'' kata Kaban.

Produk hukum
Ridwan Saidi mengatakan, tujuh kata Piagam Jakarta sudah tercantum dalam Keppres Nomor 150/1959 dan Lembaran Negara Nomor 75/1959 sebagai konsideran pada Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Karena itu, dia menganggap Piagam Jakarta sudah menjadi produk hukum.

''Piagam Jakarta adalah produk hukum, bukan produk sejarah saja. Ini masih berlaku sampai sekarang. Artinya syariat Islam kedudukannya sudah sah secara hukum,'' kata Ridwan. Konsekuensinya, segala produk hukum seharusnya mengacu pada Piagam Jakarta.

Ketika Soekarno mendekritkan berlakunya UUD 1959 dengan merehabilitasi kedudukan Piagam Jakarta dalam sistem hukum nasional, menurut Ridwan, itu adalah pengakuan Presiden Pertama RI itu bahwa telah terjadi kesalahan dasar UUD karena terjadi pencoretan tujuh kata tersebut. Dia pun mengeritik Pancasila yang menurutnya tak pernah tercantum secara verbal dalam konstitusi.

Pancasila, lanjut Ridwan, adalah opini orang saja yang dikaitkan dengan pembukaan UUD 1945. ''UUD tak pernah menyebut kata Pancasila,'' tegasnya.

Praktisi hukum, Mahendradatta, menambahkan, Pancasila hanyalah produk penafsiran yang muncul dalam bentuk Pedoman, Penghayatan, dan Pengamalan Pancasila (P-4). Padahal sebenarnya aplikasi konstitusi nasional adalah Piagam Jakarta, bukan Pancasila.

''Piagam Jakarta itu konstitusi kita, kita tak pernah punya konstitusi bernama Pancasila. Karena salah kaprah ini kita punya konstitusi banci,'' kata Mahendradatta.

Munarman, mantan ketua Yayasan Lembaga bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), menyatakan, saat ini yang harus dilakukan adalah mengaplikasikan Piagam Jakarta dalam produk hukum, tata pemerintahan, dan tata ekonomi. Sementara Wakil Ketua MPR, AM Fatwa, menyarankan perjuangan menegakkan syariat Islam sebaiknya ditempuh melalui jalan politik. ''Kita perkuat lembaga politik untuk masuk parlemen. Sehingga kita akan lebih mudah mentransformasikan syariat Islam dalam hukum positif,'' kata Fatwa.

Dukungan non-Muslim
Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH Kholil Ridwan, mengungkapkan, betapa banyak usaha berbagai pihak yang ingin menghadang laju penerapan syariat Islam di Indonesia. Namun ternyata syariat Islam terus berkembang setahap demi setahap. Hingga akhirnya di Aceh dapat diterapkan syariat Islam menyusul beberapa daerah dengan perda-perda antimaksiatnya.

Syariat Islam pun ternyata didukung warga non-Muslim. Kholil bercerita bahwa Amir Majelis Mujahidin Indonesia, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir, sewaktu dipenjara di LP Cipinang, pernah didatangi sekelompok Bhikku dari Kelantan, Malaysia. ''Mereka meminta Ba'asyir terus berjuang menegakkan syariat Islam karena penerapan syariat Islam di Kelantan berhasil menekan tingkat kejahatan,'' kata Kholil.

Di Aceh, sambung Kholil, para perempuan Tiong Hoa di depan MUI menyatakan rasa syukur. Sebab, penerapan syariat Islam membuat suami mereka tak lagi pulang malam dalam kondisi mabuk dan kehabisan uang karena kalah judi.
(rto/RioL)

Piagam Jakarta
Piagam Jakarta adalah hasil kompromi tentang dasar negara Indonesia yang dirumuskan oleh Panitia Sembilan dan disetujui pada tanggal 22 Juni 1945 antara pihak Islam dan kaum kebangsaan (nasionalis). Panitia Sembilan merupakan panitia kecil yang dibentuk oleh BPUPKI.

Di dalam Piagam Jakarta terdapat lima butir yang kelak menjadi Pancasila dari lima butir, sebagai berikut:
  • Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Persatuan Indonesia
  • Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan
  • Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Pada saat penyusunan UUD pada Sidang Kedua BPUPKI, Piagam Jakarta dijadikan Muqaddimah (preamble). Selanjutnya pada pengesahan UUD 45 18 Agustus 1945 oleh PPKI, istilah Muqaddimah diubah menjadi Pembukaan UUD setelah butir pertama diganti menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa. Perubahan butir pertama dilakukan oleh Drs. M. Hatta atas usul A.A. Maramis setelah berkonsultasi dengan Teuku Muhammad Hassan, Kasman Singodimedjo dan Ki Bagus Hadikusumo.

Seperti diketahui, selama ini cerita seputar penghapusan tujuh kata dalam Piagam Jakarta – yaitu “Ketuhanan, dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” – didominasi oleh cerita versi Bung Hatta tentang kedatangan opsir Kaigun yang mengaku membawa mandat kaum Nasrani dari Indonesia Timur. Dalam bukunya, Sekitar Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Bung Hatta menulis bahwa:

“… wakil-wakil Protestan dan Katolik dalam kawasan Kaigun berkeberatan sangat atas anak kalimat dalam Pembukaan UUD yang berbunyi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Walaupun mereka mengakui bahwa anak kalimat tersebut tidak mengikat mereka, dan hanya mengikat rakyat yang beragama Islam, namun mereka memandangnya sebagai diskriminasi terhadap mereka golongan minoritas…"
Kalau Pembukaan diteruskan juga apa adanya, maka golongan Protestan dan Katolik lebih suka berdiri di luar Republik.” (Dikutip dari Endang Saifuddin Anshari, Piagam Jakarta 22 Juni 1945: Sebuah Konsensus Nasional Tentang Dasar Negara Republik Indonesia (1945-1949), (Jakarta: GIP, 1997), hal. 50-51.

Selanjutnya, Hatta mengaku mengajak sejumlah tokoh Islam untuk membicarakan masalah tersebut. Dan ia menyatakan: “Supaya kita jangan terpecah sebagai bangsa, kami mufakat untuk menghilangkan bagian kalimat yang menusuk hati kaum Kristen itu dan menggantinya dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa”. (Ibid, hal. 51)

Pengakuan Hatta itu belakangan ini mulai digugat. Benarkah ada orang Jepang yang datang ke Hatta? Apakah itu bukan cerita yang dikarang oleh Hatta sendiri? Tahun 1997, Universitas Indonesia Press menerbitkan satu buku berjudul “Lahirnya Satu Bangsa dan Negara”, yang diberi kata sambutan oleh Presiden Republik Indonesia, Soeharto. Dalam buku ini, para pelaku peristiwa seputar kemerdekaan, menuturkan cerita yang berbeda dengan versi Hatta. Menurut mereka, ada tiga orang mahasiswa yang datang ke Bung Hatta menjelaskan masalah Piagam Jakarta, yaitu Piet Mamahit, Moeljo, dan Imam Slamet (Tan Tjeng Bok). Wajah Imam Slamet seperti orang Cina, badannya pendek, jadi mirip orang Jepang.

Menurut buku ini, Hatta setuju untuk menerima usulan perubahan Piagam Jakarta, khususnya yang menyangkut tujuh kata tersebut. Juga disebutkan, bahwa Nishijima, ketika datang ke Jakarta kemudian, juga mengaku, tidak ada orang Jepang yang datang ke Hatta, sejak Proklamasi.

Endang Saifuddin Anshari dalam bukunya tentang Piagam Jakarta juga menceritakan, bahwa Hatta mengaku bahwa pada pagi tanggal 18 Agustus 1945, dia mengajak berembuk dengan empat tokoh, yaitu Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, Teuku M. Hasan, dan Wachid Hasjim. Tapi, terbukti kemudian, bahwa Wachid Hasjim tidak ada di Jakarta ketika itu, karena sedang dalam perjalanan ke Jawa Timur.

Jadi, masih banyak yang perlu diklarifikasi dalam sejarah seputar Piagam Jakarta. Hussein Umar pun, dalam pembukaan seminar tersebut, menunjukkan satu disertasi doktoral di Fakultas Hukum UI, yang juga mengungkap cerita lain seputar Piagam Jakarta.

Apa pun yang telah terjadi dalam sejarah, saya sampaikan dalam seminar tersebut, bahwa perjuangan para pendahulu kita tidaklah gagal sama sekali. Meskipun secara verbatim, tujuh kata dalam Piagam Jakarta telah dihapuskan, tetapi hal itu dikembalikan lagi dalam Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Posisi Piagam Jakarta dalam Dekrit 5 Juli 1959 itu perlu terus ditekankan dan tidak dilupakan oleh seluruh bangsa Indonesia, karena itulah dokumen resmi yang memberikan pengakuan yang tegas tentang kaitan antara Piagam Jakarta dengan UUD 1945. Dalam dekrit tersebut, Presiden Soekarno dengan tegas menyatakan: “Bahwa kami berkeyakinan bahwa Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945 menjiwai dan merupakan suatu rangkaian kesatuan dengan konstitusi tersebut.”

Dr. Roeslan Abdulgani, tokoh utama PNI, selaku Wakil Ketua DPA dan Ketua Pembina Jiwa Revolusi, menulis: “Tegas-tegas di dalam Dekrit ini ditempatkan secara wajar dan secara histories-jujur posisi dan fungsi Jakarta Charter tersebut dalam hubungannya dengan UUD Proklamasi dan Revolusi kita yakni: Jakarta Charter sebagai menjiwai UUD ’45 dan Jakarta Charter sebagai merupakan rangkaian kesatuan dengan UUD ’45.” (Dikutip dari Endang S. Anshari, op cit, hal. 130).

Dalam Peringatan 18 tahun Piagam Jakarta, KH Saifuddin Zuhri, tokoh NU dan selaku Menteri Agama, mengatakan: “Setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959, maka hapuslah segala selisih dan sengketa mengenai kedudukan yang legal daripada Piagam Jakarta 22 Juni 1945. Piagam yang jadi pengobar dan bebuka Revolusi Nasional kita itu tegas-tegas mempunyai kedudukan dan peranan ketatanegaraan kita sebagai yang menjiwai UUD dan merupakan rangkaian kesatuan dengannya dengan sendirinya mempunyai pengaruh yang nyata terhadap setiap perundang-undangan Negara dan kehidupan ideology seluruh bangsa.” (Ibid, hal. 135).

Dalam pidatonya pada hari peringatan Piagam Jakarta tanggal 29 Juni 1968 di Gedung Pola Jakarta, KH.M Dahlan, tokoh NU, yang juga Menteri Agama pengganti KH Saifuddin Zuhri, mengatakan:
“Bahwa diatas segala-galanya, memang syariat Islam di Indonesia telah berabad-abad dilaksanakan secra konsekuen oleh rakyat Indonesia, sehingga ia bukan hanya sumber hukum, malahan ia telah menjadi kenyataan, di dalam kehidupan rakyat Indonesia sehari-hari yang telah menjadi adat yang mendarah daging. Hanya pemerintah colonial Belandalah yang tidak mau menformilkan segala hukum yang berlaku di kalangan rakyat kita itu, walaupun ia telah menjadi ikatan-ikatan hukum dalam kehidupan mereka sehari-hari.” (Ibid).

Meskipun Piagam Jakarta adalah bagian yang sah dan tidak terpisahkan dari UUD 1945, tetapi dalam sejarah perjalanan bangsa, memang senantiasa ada usaha keras untuk menutup-nutupi hal ini. Di zaman Orde Lama, sebelum G-30S/PKI, kalangan komunis sangat aktif dalam upaya memanipulasi kedudukan Piagam Jakarta.

Ajip Rosidi, sastrawan terkenal menulis dalam buku, Beberapa Masalah Umat Islam Indonesia (1970):
“Pada zaman pra-Gestapu, PKI beserta antek-anteknyalah yang paling takut kalau mendengar perkataan Piagam Jakarta… Tetapi agaknya ketakutan akan Piagam Jakarta, terutama ke-7 patah kata itu bukan hanya monopoli PKI dan antek-anteknya saja. Sekatang pun setelah PKI beserta antek-anteknya dinyatakan bubar, masih ada kita dengar tanggapan yang aneh terhadapnya.” (Ibid, hal. 138).

Jadi, selama ini Piagam Jakarta bukanlah merupakan problem bangsa Indonesia, tetapi merupakan solusi atau jalan keluar untuk menerima kebhinekaan bangsa. Karena itu, bagi umat Islam dipersilakan menjalankan syariat-syariat agamanya. Bagi umat agama lain demikian juga, kalau mereka berkenan. Dalam kondisi Indonesia yang bukan merupakan Negara Islam, konsep Piagam Jakarta adalah sebuah solusi cerdas dan realistis. Sebagai contoh, dalam kasus RUU- Anti Pornografi / Pornoaksi, adalah sangat sulit mencari batasan ‘aurat ala Indonesia’, yang keragamannya begitu besar, mulai koteka sampai cadar. Jika konsep ‘aurat’ diterapkan untuk orang Islam saja, maka akan lebih mudah.

Sebenarnya, sebagian kalangan Kristen ada juga suara-suara yang lebih jernih dalam memandang Piagam Jakarta dan Syariat Islam. Misalnya, sebagai tanggapan terhadap artikel saya di Harian Republika, 22 Mei 2006, yag berjudul “PDS dan Syariat-Fobia”, pada 6 Juni 2006, Republika memuat surat pembaca Ketua Presidum Masyarakat Tomohon, Andre Paul Vincentius P, yang menyatakan:
“Adapun yang dipersoalkan kaum Kristen dan kami kira juga kaum Budha dan Hindu adalah jika syariat Islam diberlakukan secara nasional untuk semua golongan. Sepanjang produk hukum seperti undang-undang dan perda yang dijiwai syariat Islam dengan tegas (tertulis) diberlakukan khusus untuk kaum Muslim, maka tidak ada persoalan. Tetapi jika produk hukum tersebut diberlakukan secara umum, maka benar penilaian anggota DPR dari PDS bahwa bertentangan dengan komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).”

Surat pembaca Andre itu perlu kita catat, sebab dalam sejarah perjalanan Piagam Jakarta, yang ditetapkan tanggal 22 Juni 1945, kaum Kristen dengan gigih senantiasa menentang "Pemberlakuan syariat Islam bagi umat Islam" Bahkan penentangan itu seringkali tampak bersikap emosional.

Selain Andre, ada juga Dr. Jan S. Aritonang yang menulis dalam bukunya, “Sejarah Perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia” (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2004), agar umat Kristen “Tidak perlu bersikap alergi dan traumatik terhadap kaum Muslim yang berbicara tentang penerapan Syariat Islam.” Ia juga mengimbau agar kaum Kristen bersikap lebih simpatik dan bersahabat terhadap kaum Muslim:
“Memandang mereka sebagai seteru, pihak yang mengancam, atau pun yang harus ditaklukkan demi Injil atau demi apa pun, adalah tindakan bodoh dan tidak terpuji.”

Satu hal yang saya tekankan dalam Peringatan 61 Tahun Piagam Jakarta adalah pentingnya umat Islam mensyukuri hasil-hasil perjuangan yang telah dicapai. Sebgai contoh adalah pendirian dan keberadaan Departemen Agama dan pendirian IAIN. Perlu dicatat, bahwa sejak 1945, meskipun Piagam Jakarta dihapuskan, tetapi umat Islam juga mendapatkan konsesi pendirian Departemen Agama. Dalam rapat PPKI tanggal 19 Agustus 1945, usulan pembentukan Departemen Agama ditolak oleh Latuharhary dan kalangan nasionalis sekular.

Namun, akhirnya Soekarno dan Hatta menerima usulan pembentukan Departemen Agama yang secara resmi berdiri pada 3 Januari 1945. Prof. HM Rasjidi diangkat sebagai Menteri Agama pertama. Pada tahun 1967, Menteri Agama mengeluarkan Keputusan Menteri Agama No. 56/1967 tentang perincian struktur organisasi, tugas, dan wewenang Departemen Agama, yang antara lain menyatakan: “Tugas Departemen Agama dalam jangka panjang ialah melaksanakan Piagam Jakarta dalam hubungannya dengan UUD.” (Pasal 1, ayat 1-d).

Karena itu, dalam rangka mengisi hasil-hasil perjuangan itu, Departemen Agama dan IAIN yang memang dimaksudkan sebagai ‘hadiah’ dan ‘konsesi’ Piagam Jakarta, harusnya dijaga dan dikelola dengan baik oleh umat Islam.

Dari Depag dan IAIN harusnya lahir para pejuang penegak aqidah dan syariat Islam. Adalah sangat tragis dan memilukan serta menyimpang dari amanat perjuangan umat Islam di Indonesia jika dari kampus-kampus IAIN/UIN/STAIN dan sejenisnya ada dosen-dosen yang aktif menyerang aqidah Islam, melecehkan Al-Quran, dan menolak penerapan syariat Islam.

Naskah Piagam Jakarta

Bahwa sesungguhnja kemerdekaan itu jalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu maka pendjadjahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Dan perdjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampai (lah) kepada saat jang berbahagia dengan selamat-sentausa mengantarkan rakjat Indonesia kedepan pintu gerbang Negara Indonesia jang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Atas berkat Rahmat Allah Jang Maha Kuasa, dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaja berkehidupan kebangsaan jang bebas, maka rakjat Indonesia menjatakan dengan ini kemerdekaannja.

Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia Merdeka jang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah-darah Indonesia, dan untuk memadjukan kesedjahteraan umum, mentjerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Hukum Dasar Negara Indonesia, jang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indnesia, jang berkedaulatan rakjat, dengan berdasar kepada: keTuhanan, dengan kewadjiban mendjalankan sjari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknja, menurut dasar kemanusiaan jang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakjatan jang dipimpin oleh hikmat kebidjaksanaan dalam permusjawaratan perwakilan, serta dengan mewudjudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakjat Indonesia.

Djakarta, 22 Juni 1945
Ir. Soekarno
Mohammad Hatta
A.A. Maramis
Abikusno Tjokrosujoso
Abdulkahar Muzakir
H.A. Salim
Achmad Subardjo
Wachid Hasjim
Muhammad Yamin

Penutup:
inilah kalimat yang hilang: "kewadjiban mendjalankan sjari’at Islam bagi pemeluk-pemeluknja" mengapa harus di hilangkan..? padahal ini di tujukan hanya kepada pemeluk-pemeluknya, yaitu umat islam. di luar umat islam silakan berkebangsaan tanpa di wajibkan menjalankan Syari'at Islam.

ini bukti menunjukkan bahwa "sebenarnya yang ingin merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia itu bukan umat islam yang selalu berjuang menegakkan Syariat Islam", umat islam hanya meminta HAK atas DASAR NEGARA yang telah SAH..!!

Jangan Ingkari Piagam Jakarta

: 3 Komentar
kita sering terlalu menyederhanakan, mengganggap sepi, tidak peduli, terlalu menggantungkan kepada keyakinan, tanpa banyak berbuat…
bahwa Allah SWT pasti akan mengalahkan kebathilan dan memenangkan yang Haq. Padahal Ali bin Abi Thalib r.a. sendiri pernah berujar, “Kebathilan yang diorganisir dengan baik, akan mampu mengalahkan Al-haq yang tidak terorganisir.
Ini diucapkannya 14 abad yang lalu...

TANPA ISLAMISASI & ADANYA KRISTENISASI.

Tidak ada perintah dalam ayat Al-Qur’an untuk melakukan peng-ISLAM-an semua umat manusia. Dalam setiap ayatnya Al-Qur’an memerintahkan hanya untuk disampaikan atau diberitakan saja.

Sebaliknya Bibel membebani Gereja/lembaga kekristenan untuk melakukan misi penyebaran agama (religion spreading) demi memperbesar populasi umat dengan berbagai cara, dimana penyebaran tersebut dengan beban target agar semua umat manusia menjadi murid Yesus. Salah satu contoh ayat dalam bentuk kalimat perintah (imperatif) adalah ; “Karena itu pergilah jadikanlah semua bangsa muridku, baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. dan Ajarilah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu”. (Matius 28:16-20, Markus 16:14-16, dan Kisah Rasul 1:6-8)

Konsep dan perintah bibel untuk menjadikan semua umat manusia jadi muridnya (pengikut Yesus), terbukti dilapangan sudah diakui oleh Pdt. Dr. A.A. Yewangoe, Ketua Umum PGI, di Majalah Kristen Narwastu, no.2, Agustus 2003, hal 15 ; “Memang tidak perlu dibantah, ada juga gereja yang melakukan kristenisasi.” Ini aneh, sementara tokoh sentral kristiani sendiri mengakui ada kristenisasi, tapi tokoh-tokoh Islam Liberal, malah membela berkata “tidak ada kristenisasi”.

SUMBER KONFLIK

Sisi terakhir inilah yang seringkali menimbulkan konflik sosial bahkan politis, akibat perbedaan konsep dan perintah masing-masing sesuai kitab-sucinya. Kristiani memiliki tugas menjadikan semua bangsa muridnya. Bahkan perintah untuk mengkristenkan tersebut menjadi satu-satunya AMANAT AGUNG dalam bibel. Sementara Islam dan pemeluk agama lainnya, sudah pasti akan mempertahankan diri dengan berbagai cara dari serbuan program pelaksanaan amanat agung tersebut. Melihat kondisi diatas, semua sudah pasti tahu, tidak mungkin bila tidak terjadi gesekan. (perlawanan)

AMANAT AGUNG = IMPERIALISME AGAMA.

Penyebaran agama bukanlah istilah baru, tetapi sudah menjadi fenomena sejarah dunia, khususnya yang berhubungan dengan keberadaan agama-agama samawi (revelation religion), terutama Kristen dan Islam. Agama Kristen berpayung pada istilah ”memberitakan kabar baik” (pemberitaan Injil), dan Agama Islam bertopang pada istilah ”Syiar Islam”. Penyebaran agama Kristen pada awalnya disebarkan dengan cara-cara tradisional (memberitakan dari individu ke individu dan khususnya ke komunitas Yahudi di Palestina), tapi akhirnya menumpang pada sistem kolonialisme (era penjajahan negara-negara Eropa ke Asia dan Afrika), sedangkan Islam tersebar karena peranan para pedagang, saudagar dan pelaut yang berkelana untuk membangun interaksi bisnis, persis seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Bahwa pada masa itu adanya peperangan lebih disebabkan karena penolakan dari masyarakat non muslim yang tidak menghendaki Islam menjadi agama bagi masyarakat diwilayahnya.

Dalam konteks penyebaran agama Kristen, perkawinan antara ”MISI” dengan ”KOLONIALISME” menghasilkan istilah ”IMPERIALISME AGAMA”, yang selalu dikatakan oleh kalangan gereja sebagai kristenisasi masa lalu (yang berbeda dengan masa kini). ”Kebetulan pada saat itu misi Kristen dilakukan bersamaan juga dengan masa kolonialisme”, demikian argumentasi sebagian besar tokoh-tokoh gereja. Kritenisasi masa lalu yang berbau kolonialisme ini dianggap sebagai sesuatu yang di luar kemauan gereja (by accident), begitulah pihak gereja berusaha membebaskan diri dari tuduhan semacam ini (exoneration). Benarkah imperialisme waktu itu faktor kebetulan saja..?, dan apakah imperialisme agama itu sekarang tidak ada lagi…?.

Dengan menyimak kalimat perintah ; “Karena itu PERGILAH jadikanlah SEMUA BANGSA muridku, baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus. Dan Ajarilah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu”. Itu sudah sangat eksplisit adanya perintah yang mengawinkan antara ”MISI” dengan ”KOLONIALISME” yang menghasilkan istilah ”imperialisme agama”.

Salah satu implementasinya, sampai semua anggota gereja diberikan dorongan untuk melakukan gerakan misi. Di bawah adalah kartu anggota gereja GBI Keluarga Allah, dimana ditulis motto dengan kalimat ; “SELAMATKAN JIWA BERAPAPUN HARGANYA”. Bila disederhanakan dari sisi umat Islam, bahasanya akan menjadi; “MURTADKAN UMAT MUSLIM, WALAUPUN HARUS DIBAYAR MAHAL

KARTU ANGGOTA PARA SALIBIS:


Dengan berbagai bentuk semangat tersebut diatas maka tidaklah aneh bila Robert S. Speer, seperti yang dikutip oleh AWF Idenburg (Idenburg, Gedenkboek ARP, 187, 8, p.220), untuk membela politik pengkristenan terhadap dunia Islam, menyatakan, “Pilihan untuk dunia, bukanlah Muhammad atau Kristus. Tapi hanya Kristus. Pilih Kristus atau hancur dan mati..?. Islam (yaitu penyerahan kepada Tuhan) yang seharusnya adalah menyerahkan diri kepada Kristus, baru boleh bicara tentang hidup dan merdeka”.

PETUNJUK BIBEL & PELAKSANAAN DILAPANGAN

Apalagi kiat-kiat gerakan penginjilan sangat jelas diberikan petunjuk oleh bibel didalam matius 10;16 ; “Karena kita bagaikan domba yang hidup di tengah-tengah serigala, maka kita harus CERDIK SEPERTI ULAR dan TULUS SEPERTI MERPATI”, pasti akan digunakan selamanya dalam banyak aspek. Bagaimana implementasi petunjuk Bibel tersebut..? Beberapa contoh jenis gerakan cerdik seperti ular tersebut kita ungkap berikut ini:

Berbagai Contoh Gerakan Misi Terlubung (HIDDEN MISSIONS) Yang Berbau Intelijen di Indonesia, dari penelitian ARIMATEA, tidak semua gereja, lembaga misi dan umat kristiani tahu tentang gerakan yang akan kita ungkap ini. Bahkan saya meyakini, hanya sebagian kecil gereja. Lembaga misi dan umat kristiani yang tahu dan terlibat.


1. Gerakan Rahasia Dengan Sandi “HIDUP NABI”

Gerakan atau operasi rahasia ini dirumuskan pada tahun 1986 untuk menandingi fenomena kebangkitan Islam yang dimulai di era 1980-an, yang akan menghambat gerakan penginjilan yang mereka jalani selama ini. Saat itu di Indonesia mulai tampak adanya geliat berbagai HARAKAH ISLAM, antara lain “JAMAAH TABLIGH” yang oleh aktivis gereja disebut sebagai (jamaah kompor) karena ke mana-mana suka menenteng kompor. Fenomena ini dicermati dan diwaspadai oleh gereja. Kepada aktivis Jamaah Tabligh, beberapa aktivis gereja secara sirriyah/rahasia masuk ke dalam kelompok itu dan bertanya mengapa suka berpindah-pindah dari masjid ke masjid.

Kemudian menggeliatnya berbagai harakah lainnya, baik PESANTREN SALAFI, IKHWANUL MUSLIMIN, JAMAAH ISLAMIAH, FPI & HTI dan berbagai gerakan lainnya, baik yang bersifat gerakan sampai yang bersifat penerapan sunah Nabi, misalnya sudah mulai mengaungnya dan dipublikasikannya pernikahan Poligami. Ini semua tidak lepas dari pemantauan ketat pihak gereja dan lembaga misinya. Keadaan ini sangat membuat mereka gerah. karena itu, kaum EVANGELIS (Kristen garis keras) lalu berkumpul dan membentuk satu gerakan untuk mengantisipasi gerakan ini dengan nama sandi HIDUP NABI’. Istilah ‘Hidup Nabi’ sesungguhnya merupakan singkatan dari ‘HIdupkan Dan Upayakan Peradaban NAsrani sebagai Bagian dari Iman mereka.’

Walau namanya gerakan “Hidup Nabi’, sesuai makna sebenarnya yang terkandung dalam arti Hidup Nabi tersebut, maka dalam perjuangannya bersifat malah menghadang segala hal yang bisa membuat umat Islam kembali kepada jalan hidup Rasulullah SAW. Para Evangelis ini membuat konsep bagaimana menghadang, menghambat dan melemahkannya, baik dengan cara mengadu domba dan seribu satu macam cara lainnya.

Gerakan ini dirumuskan sekitar bulan Mei 1986, setelah Hari Pantekosta, dalam sebuah rapat di BUKIT GETSEMANI, UNGARAN, Jawa Timur. Rapat untuk merumuskan ini terbilang cukup lama, sekitar satu pekan, dan diikuti oleh seratus limapuluhan (150) utusan Sekolah THEOLOGIA dari seluruh daerah Indonesia, bahkan juga dihadiri oleh utusan dari Asean, Australia, Palau, dan Guam. Utusan khusus dari Ibu Theresa dari India juga datang. Bukit Doa Taman Getsemani ini merupakan tempat doa (retreat) terbesar dan pertama di Indonesia milik Protestan. Setelah diputuskan, maka gerakan ini dimulai secara serentak di seluruh nusantara pada tanggal 17 Januari 1987.

Diputuskan mereka membentuk TEAM dalam pelaksanaan gerakannya. Calon-calon anggota “TEAM HIDUP NABI’ menjalani pendidikan di BUKIT DOA TAMAN GESTEMANI, selama 7 bulan. Di dalam misi, para Laskar Kristus yang mengemban “HIDUP NABI’ ini terbagi dalam 3.TEAM untuk 1 sasaran. Sasaran di sini adalah orang Islam yang masih muda, mahasiswa, pelajar, namun tidak tertutup kemungkinan juga orang dewasa.

Team PERTAMA: yang bertugas mendekati sasaran (orang Islam yang dituju), kesehariannya memakai pakaian layaknya umat Islam, yang pria memakai baju koko dan peci, bahkan jubah dan gamis, jika perlu memelihara jenggot. Sedang yang perempuan pakai jilbab. Tim pertama ini mencoba mendekati, mengakrabi, dan membuat sasaran percaya padanya. Ia berperan sebagai orang Islam yang baik dan kaffah.
Team KEDUA: masih memakai pakaian Islam tapi lebih longgar, yang perempuan tidak lagi jilbab tapi kerudung, sedang yang laki-laki berpakaian koko tanpa peci atau pakaian biasa.
Team KETIGA: adalah tim yang sudah tidak memakai busana khusus, karena tim ini bertugas untuk menyampaikan kabar gembira dan mengaku sebagai Kristen. Antara satu tim dengan tim yang lain berpura-pura tidak saling kenal. walau bertemu berpapasan di jalan, mereka tidak akan saling sapa. Mereka ini selain dibekali keterampilan wawasan keislaman, hapal kisah nabi-nabi dan memfavoritkan Nabi Sulaiman a.s.

Sebelumnya, pada periode 1970-an, para Evangelis dan Laskar Kristus ini banyak mengkaji berbagai hal yang terdapat dalam masyarakat Indonesia seperti TRADISI, BUDAYA, dan CORAK SOSIOLOGIS, termasuk segala hal yang berhubungan dengan keislaman, sebagai agama yang banyak dipeluk rakyat Indonesia. Setelah itu, pada periode 1980-an mereka mulai bergerak dengan langkah-langkah yang sistemik dan terencana. Yang terlibat dalam gerakan ini hampir semua sekte gereja Protestan, karena ini bersifat OIKUMENE (persekutuan gereja), termasuk dari kalangan Katolik Kharismatik dan Katolik Ortodoks, terkecuali Katolik Roma. Oikumene ini seluruhnya berada di bawah kendali INTERNATIONAL EVANGELIS FELLOWSHIP ORGANISATION (IEFO) yang bermarkas di Amerika Serikat, yang dipimpin oleh John Paul. Dan ternyata John Paul ini juga salah satu pejabat di dinas intelijen AS (CIA).

Operasi rahasia ‘Hidup Nabi’ dalam tataran pergerakan mempunyai beberapa target,
PERTAMA: menjadikan umat islam hidup dan berperilaku seperti layaknya orang Kristen, ini mencakup dalam pemikiran dan budaya.
KEDUA: menjadikan umat Islam resist (saling bermusuhan terus) terhadap cara-cara yang dilakukan oleh harakah-harakah satu dengan lainnya
KETIGA: gerakan ini banyak mempromosikan budaya hidup dan pemikiran yang kebarat-baratan, sebab gaya hidup barat dianggap mewakili budaya hidup dan pandangan Kristiani. Eropa sendiri selama berabad-abad dijuluki sebagai The Christendom atau Terra Biblica yang memiliki arti ‘negeri-negeri Kristen’ atau ‘Tanah Kristen’. Gerakan ‘Hidup Nabi’ berupaya membuat umat Islam tertarik dan hidup sepenuhnya sebagaimana orang Barat.
KEEMPAT: menjadikan umat Islam itu sangsi atas agamanya sendiri dan kemudian tanpa disadari sebenarnya beriman kepada ajaran Kristus/gereja (Millah-baca QS Al-baqoroh 120).

Setelah dalam waktu tertentu melakukan gerakan ‘Hidup Nabi’, sejumlah tokoh kristiani melakukan berbagai evaluasi dan hasilnya sungguh menggembirakan mereka. Target pencapaian yang ditetapkan hanya sekitar 60%, tapi hasil yang didapat hampir 80%. Ini melebihi target. Menurut mereka salah satu faktor keberhasilan gerakan ini adalah membuat beberapa daerah berani menolak kehadiran Jamaah Tabligh dan beberapa harakah lainnya di wilayahnya. Beberapa masjid yang dimasuki Laskar Kristus juga akhirnya menolak kehadiran para aktivis Islam itu yang dikatakan sebagai orang-orang radikal atau fundamentalis. Yang disusupi oleh Laskar Kristus kebanyakan kantong-kantong Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Mereka tahu, kelemahan dan kekurang umat Islam adalah UKHUWAH sesama mereka sendiri. Dengan bekal pengetahuan ini, mereka mendatangi dan menyusup keberbagai komunitas yang dianggap lemah dan mudah menjadi ajang penyusupan. Kemudian melalui lapisan ketiga atau kedua dari beberapa tokoh Islam yang sudah menjadi “biduk” mereka dalam peperangan aqidah ini, diinformasikan berbagai data tentang ancaman gerakan-gerakan yang sedang menggeliat tersebut. Hampir semua isu, data, fakta yang dimasukan dengan cara canggih ini kepada tokoh Islam lainnya, yang oleh umat Islam disebut Islam Liberal (JIL). Menurut mereka, target mengajak tokoh-tokoh JIL ini untuk bersuara terhadap kelompok yang dianggap keras sangat berhasil dianggap berhasil. “Kami para Laskar Kristus yang bekerja secara rapih, tersenyum, sangat senang, dan tidak sedikit mengekspresikan kegembiraan kami ini dengan berbagai cara, dimana pekerjaan kami berhasil, berbagai tokoh Islam yang menghantam Islam sendiri” Kalimat itu di ucapkanjoleh Andronikus MH kaparang, salah seorang mantan lascar kristus nyang terlibat dalam gerakan ini. “Demikian juga, melalui berbagai organisasi dan tokoh Islam perorangan -yang tanpa disadari itu dorongan kami- kami mempropagandakan anti poligami, hak persamaan wanita, HAM, dll.” Demikian tambahnya.

Laskar Kristus yang bergabung dalam gerakan bersandi ‘Hidup Nabi’ ini terdiri dari berbagai kalangan. Ada yang masih kuliah, ada pula yang sudah bekerja. Yang kuliah melakukan misi ini setiap Jum’at sore sampai hari Minggu, sedang yang sudah tidak kuliah melaksanakan misi ini setiap waktu sesuai dengan perintah dan arahan komandan lapangannya. Keseluruhan tim ini terdiri dari 30% perempuan dan 70% laki-laki.

Yang perempuan mempunyai tugas khusus tambahan yakni mengincar tokoh-tokoh harakah Islam dalam segala tingkatan untuk didekati dan bahkan rela jika dijadikan diajak bermaksiat & berzinah. Jika sampai terjadi hal-hal seperti ini, maka si perempuan akan membuka aib tersebut dan hancurlah nama si tokoh Islam itu. Misi khusus ini memang sengaja menargetkan tokoh-tokoh Islam, sebab gereja memiliki kalkulasi tersediri.

Dalam gerakan ini dan juga gerakan-gerakan rahasia lainnya, juga gerakan gereja secara keseluruhan, masalah dana bukanlah halangan. Yang masuk ke kas gereja itu banyak sekali. Bukan lagi hitungan ratusan juta tapi sudah miliaran. Komposisi sumber dana untuk kegiatan ini 30% nya berasal dari dalam negeri, dan 70% berasal dari luar negeri. Yang berasal dari dalam negeri itu sumbernya diperoleh dari kolekte tantangan yang diberikan waktu kebaktian setiap awal bulan. Dalam gereja itu ada tiga jenis kolekte yaitu Kolekte Persembahan yang bersifat biasa, Kolekte Tantangan, dan Kolekte Diakonia. Dari seluruh gereja, Kolekte Tantangan ini dikumpulkan khusus untuk mensupport kegiatan penginjilan.
Kolekte Persembahan adalah kolekte atau sumbangan yang bersifat biasa, sumbangan persepuluhan, menggunakan amplop. Ini seperti zakat di dalam umat Islam, hanya saja besarnya itu minimal sepuluh persen dan diberikan kepada gereja setiap bulan. Dari pengakuan sejumlah aktivis gereja, para jemaat yang menyerahkan kolekte persepuluhan ini jumlahnya sangat sedikit yang benar-benar sepuluh persen, nyaris semuanya lebih dari sepuluh persen, dan bukan barang aneh jika di dalam amplop itu tidak ada uang kas tetapi cek dalam jumlah nominal yang besar.

Selain itu gereja juga mendapatkan sponsor-sponsor dari berbagai perusahaan yang pemiliknya juga beragama Kristen. Sponsor ini selain berupa uang juga berupa alat-alat penginjilan dari radio mini hingga kendaraan bermotor dan alat komunikasi. Banyaknya ‘logistik’ ini menyebabkan aktivis penginjilan bisa berkosentrasi dengan tugasnya dan menuai hasil yang besar. Dan ini akan terus dilakukan hingga satu waktu yang disebut sebagai ‘Maranatha’ yang berarti sampai dengan turunnya Yesus Kristus kedua kalinya.

2. Gerakan Rahasia Dengan Sandi “AIRMATA” (PACARI & HAMILI)

Operasi atau gerakan rahasia ini juga dirumuskan di Jawa Timur, 14 April 1984. Hanya saja, target dari operasi ini dikhususkan untuk menaklukkan perempuan-perempuan Islam, yang pada saat itu umat mulsim mengenalnya gerakan hamilisasi. Jika si Muslimah yang dihamili itu mau masuk Kristen maka itu prestasi besar, namun jika tidak maka anaknya yang dilahirkan itu akan diambil paksa untuk ikut pada ‘ayahnya’ dan dibesarkan dalam iman Kristiani.

Sandi ‘AIRMATA’ ini adalah singkatan dari “Ahklak dan Iman Remaja Muslim Akan Tetap ter-Ambil”. Ini adalah gerakan untuk ‘mengambil remaja-remaja Islam’ yang pelakunya rata-rata masih anak-anak muda usia yang aktif di gereja. Sandi ini berasal dari Daniel Sukarno dari Sekolah Theologia Etheos Solo, Jawa Tengah. Perumusnya sendiri ada delapan orang utusan dari sekolah-sekolah theologia. Mereka diantaranya adalah:
1.Andronikus MH. Kaparang dari Sekolah Tinggi Theologi (STT) Surabaya,
2.Salmon dari STT Karangluh Malang,
3.Heri dari STT Tibernakel-Bethel,
4.Endang (pria) dari Gereja Pasundan, dan lain-lain. Rapat dilakukan di Bukit Doa TRETES, Desa PRIGEN, PASURUAN, tanggal 14 April 1984. Tempat ini adalah pusat dari segala rapat rahasia di Indonesia karena tempatnya sangat luas, terpencil, dan aman.

Salah satu contoh gerakan adalah apa yang terjadi pada malam tahun baru, 31 Desember 1987. Pola ini terus dilakukan hingga sekarang. Pada akhir tahun itu, Laskar Kristus melepas sejumlah anak-anak muda Kristen, nakal, yang telah dididik, memahami tujuan gerakan, dan bisa merahasiakan misi, kebanyakan dari pemuda gereja, ke tempat-tempat hiburan. Setiap rayon dari Laskar Kristus, misal Rayon Semarang, melepas anak-anak ini, tentunya dengan koordinasi terlebih dahulu agar tidak tumpang tindih.
MISI: mengincar remaja-remaja puteri yang beragama Islam, jika bisa dari kalangan orang terpandang, temannya banyak, atau anak orang berpengaruh seperti anak kiai, pengasuh pesantren, atau santriwati untuk didekati, diajak kenalan, dan dibawa ke motel, vila, atau hotel untuk dihamili. Semua ongkos vila, motel, atau hotel, dibayarkan oleh komandan lapangannya masing-masing. Jika sasaran sudah hamil, maka harus dijaga agar dia tidak melakukan aborsi. Dan ketika usia kehamilannya sudah menginjak bulan keempat, maka barulah si gadis diberi move atau tekanan agar mau masuk Kristen. Ini memerlukan berbagai teknik dan ancaman tentunya.

Anak-anak muda Kristen yang nakal-nakal ini yang sudah dididik secara khusus bukanlah bagian dari Laskar Kristus inti. Karena anggota Laskar Kristus inti sudah tidak mampu lagi melakukan hal itu disebabkan sudah banyak yang dikebiri sehingga impoten (tidak bisa menghasilkan anak). Hal ini dilakukan agar para Laskar Kristus inti ini bisa fokus pada misinya dan tidak diberatkan dengan urusan-urusan yang lebih bersifat pribadi.

Gerakan ‘Airmata’ ini menuai hasil cukup memuaskan. Satu anak didik diwajibkan minimal mempunyai anak sembilan orang dari menghamili gadis Islam, jika lebih dari itu maka itu lebih baik. Bahkan menurut kesaksian Ev. Andronikus MH. Kaparang, ada yang sampai ‘berhasil’ mempunyai anak belasan hingga puluhan orang dari gerakan ini. Misal, salah seorang anak muda yang juga penginjil bernama Yulianto, asal Blitar-Jawa timur, dia berhasil mempunyai sembilan belas anak dari gadis-gadis Islam yang dihamilinya. Sekarang ia masih di Jawa Timur dan sudah hidup enak karena berbagai fasilitas yang diberikan gereja karena ia dipandang cukup berprestasi. Sedang anak-anaknya ditampung di panti asuhan. Sedang gadis-gadis Islam yang telah dihamili itu ada yang akhirnya masuk Kristen, ada pula yang kembali lagi ke Islam tanpa membawa anaknya.

“Saya masih tahu nama korban-korbannya, juga tempat tinggal mereka. Sewaktu-waktu jika diperlukan saya bisa membantu untuk menghubungi mereka,” ujar Andronikus Kaparang ini.
Yulianto sebenarnya ‘belumlah apa-apa’ jika dibandingkan dengan Lubis, seorang penginjil juga, yang telah ‘berprestasi’ menghasilkan lebih dari empat puluh anak bagi gereja dari gerakan seperti ini. Lubis sendiri dalam melakukan misinya selalu berpindah-pindah tempat. Setelah dua atau tiga korban, ia selalu pindah. Dan kini Lubis bersama timnya sedang bertugas di Irian.
Gerakan rahasia ‘Airmata’ ini memang khusus ditujukan pada sasaran remaja puteri Islam, namun jika diperlukan juga menargetkan perempuan dewasa Islam. Strateginya sama, diajak berkenalan, menjalin hubungan intens, dan dihamili.

3. Gerakan Rahasia Dengan Sandi ‘HIDUP BAIK’ :

Selain gerakan rahasia bersandi ‘Hidup Nabi’, ada pula gerapan rahasia bersandi ‘Hidup Baik’. Tidak main-main, tidak seperti gerakan rahasi bersandi ‘Airmata’ yang lebih bersifat lokal, maka pergerakan rahasia ini sesungguhnya merupakan program internasional, yang dirumuskan di Amerika Serikat tanggal 2 Februari l987, dibawah pimpinan Pdt. House Born dan Pdt. Maurice Corollo.

Hanya dalam waktu 3 bulan setelah dirumuskan di AS, di Indonesia gerakan ini sudah berjalan sejak tanggal 21 April l987 yang berada di bawah naungan pergerakan API MENYALA pimpinan Ev. Jeremia Riem yang berpusat Surabaya, yang merupakan bagian dari pergerakan Gereja Perjanjian Baru. Walau demikian, secara resmi dideklarasikan kepada publik internal Kristiani pada tanggal 2 Mei l987 di Bukit Doa Taman Getsemani, Ungaran, Jawa Tengah, dengan nama gerakan bersandi HIDUP BAIK.
Seperti yang sudah-sudah, nama sandi ‘Hidup Baik’ merupakan singkatan. Hanya saja kata ‘Hidup’ merupakan istilah yang sebenarnya, sedangkan ‘Baik’ adalah singkatan dari “BIARKAN MEREKA BERAGAMA ISLAM, TAPI IMAN MEREKA KRISTEN”. Ini merupakan singkatan sekaligus misi mereka. Jadi bagaimana caranya agar umat Islam tetap saja dalam agama Islam dalam formalitas (KTP) namun iman, tingkah laku, dan pola pikirnya sudah tidak ada bedanya dengan orang-orang Kristen (Barat).

Misi gerakan ini tidaklah mengada-ada namun memiliki landasan ideologis yang terdapat dalam Injil ayat Roma 10:15 yang berbunyi: “Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: ‘Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!” Selain itu juga ada semangat dari Ibrani 8:6: “Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.” Ada pula dari II Timotius 4: 5: “Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita dan tunaikanlah tugas pelayanamu.” Ini semua adalah landasan dari gerakan rahasia tersebut.

Pada saat pembentukan pertama kali di daerah Ungaran, hadir berbagai organisasi penginjilan yang pada saat itu yang sangat konsen terhadap gerakan ini. Ketua gerakan ini adalah seorang penginjil yang sering keluar masuk penjara karena kerap melakukan penginjilan (PEMURTADAN) dengan cara-cara amat kasar dan berani yakni Pdt. Hosea yang sekarang sudah meninggal. Dalam gerakan ini, dia dibantu oleh beberapa tokoh Kristen Jawa Timur, antara lain Pdt. Alex Kawuwung (juga sudah meninggal). Sebagai penyandang dana, sejumlah pengusaha Kristen dari Jawa Tengah dan Jawa Timur bertindak sebagai sponsor dalam negeri. Sponsorship luar negeri ditanggung oleh IEFO Amerika dan sejumlah rekanannya.

"Selain melibatkan tokoh penginjil dan pengusaha, beberapa organisasi dan yayasan berkedok sosial juga terlibat seperti Yayasan YTP Ungaran di bawah Pimpinan Ev. Arief Wibisono, Yayasan YCKB Ungaran di bawah pimpinan Ev. Y. Muktami dan Ev. Sugito, Yayasan YPK di bawah pimpinan Br. Brachman FIC Semarang, Yayasan Yando-Jakarta di bawah pimpinan Ev. Tony T, Yayasan YPK Surabaya pimpinan Ev. Y. Supriyanto dan sebagainya. Mereka semua terlibat dalam menyukseskan gerakan yang menusuk ke kantong-kantong umat Islam di kedua wilayah tersebut."

Semuanya itu dikordinasikan secara rapi, disiplin, dan bermain dengan cantik. Mereka terus bergerilya dan berkeliling dari satu wilayah Muslim ke wilayah Muslim lainnya dengan satu tujuan: membuat umat Islam tanpa disadarinya semakin jauh dari nilai Islam itu sendiri dan mulai mengenal dan akrab terhadap nilai-nilai kekristenan. Gerakan ini bersifat setengah terbuka, gerakan penginjilan tetap ada namun tidak dilakukan secara terang-terangan. Sifatnya lebih menjauhkan umat Islam dari Islam itu sendiri. Sasaran gerakan ini adalah semua lapisan masyarakat, namun yang menjadi sasaran utama adalah kaum miskin perkotaan dan umat Islam yang secara budaya sangat sulit lepas dari pengaruh adat istiadat setempat seperti umat Islam di daerah Madura, Sunda, Banten, Lombok, Bima di NTB, Bugis, Banjar, Minagkabau, Padang, dan Jambi.

Disebabkan strategi gerakan ini bersifat internasional, tidak saja ada di Indonesia, maka gerakan ‘Hidup BAIK’ ini juga dilakukan di berbagai belahan dunia lainnya, antara lain dihampir semua negara Arab, Asia Tengah seperti Afghanistan, Pakistan, Bangladesh, termasuk Sudan, Mesir, Maroko, juga Turki. Di setiap negara, nama sandinya berbeda-beda, namun memiliki satu tujuan seperti yang telah dirumuskan di Amerika Serikat.
Gerakan ‘Hidup Baik’ hingga saat ini masih dilakukan oleh Laskar Kristus. Manurut penelitian dan kunjungan yang kami lakukan pada bulan April 2006, di Jawa Timur, tepatnya di Desa Suco Pengepoh, Kecamatan Jelbug, Kabupaten Jember, yang mayoritas penduduknya terdiri dari suku Madura perantauan dan suku Jawa, hamper di semua rumah telah memasang tanda salib. Ini dilakukan sebagai tanda bahwa mereka berhak mendapatkan bantuan sembako dan kebutuhan lainnya. Salah satu bentuk ‘bantuan’ gereja diwujudkan dalam pembagian kambing ke pada setiap keluarga. Selain itu, para penginjil secara berkala juga rajin menyambangi tiap rumah warga, dengan penuh senyum dan sopan santun para penginjil ini mempengaruhi warga yang notabene KTP-nya masih Islam agar meninggalkan Islam dan memeluk Kristen. Setiap akan pulang, para penginjil ini selalu membagikan ‘hadiah’ dan pesan agar mereka mau pergi ke gereja.

Lama-kelamaan gerakan ini terlihat sudah menuai hasil. Warga dusun yang sudah mendapat bantuan dari gereja mulai enggan didatangi oleh ustadz atau ulama Islam. Sebab bila ustadz yang datang maka mereka biasanya hanya berkhotbah dan melarang ini dan itu, pergi pun tidak memberi apa-apa dalam bentuk nyata. Beda sekali dengan para rohaniawan atau penginjil yang setiap kali bertamu selalu meningalkan hadiah atau bantuan. Warga sekarang sudah memiliki pandangan bahwa orang-orang Islam itu sebenarnya banyak yang kaya raya, tetapi pelit dan kikir. Bahkan serakah. Beda sekali dengan orang-orang Kristen, walau mereka kaya tetapi orang-orang Kristen itu baik hati dan tidak pelit. Bahkan untuk merendahkan Islam dan menanamkan kekecewaan warga terhadap agama yang masih dipeluknya, para penginjil ini malah membagi-bagikan sajadah, mukena, kopiah, dan sarung untuk sholat. Pesan yang terselip dari jenis bantuan seperti ini adalah betapa Kristen itu agama yang bagus karena memiliki nilai toleransi yang jauh lebih tinggi ketimbang Islam. Para penginjil di sana yakin, penuaian jiwa (pemurtadan) akan berhasil dengan sangat baik.

Adanya Kristenisasi Tanpa Islamisasi

: 0 Komentar
-->