Pandangan Terhadap Faham Ahmadiyah

Ahmadiyah adalah sebuah nama aliran Thoriqoh yang mengajarkan Metode Taqorub kepada Allah Swt, karena Mursyid (Guru Pengajar) nya adalah Mirza Gulam Ahmad, maka pengikutnya disebut sebagai Golongan Ahmadiyah.

Ketika kita mempelajari lebih dalam tentang ilmu Tasawuf, Otomatis kita akan dibawa kepada beberapa jalan (metode) ajaran Tasawuf dalam tatacara Taqorub kita kepada Allah Swt, dan diantaranya adalah metode yang diajarkan oleh Mirza Gulam Ahmad. perlu diketahui, bahwa "Mirza Gulam Ahmad sendiri tidak pernah mengakui dirinya sebagai nabi", ini adalah kesalah fahaman antara jama'ah dan 2 murid besarnya yang keduanya memiliki pengaruh besar dalam lingkungan Thoriqoh Ahmadiyah yang keduanya sama-sama memakai metode yang diajarkan Mirza Gulam Ahmad, namun keduanya pula sama-sama salah dalam memahami istilah "wahyu, al-mahdi, al-masih, kenabian dan kewalian" entah karena saking mahabbahnya atau karena salah denger terus salah ngerti dan selanjutnya disesatkan oleh Iblis, jadi Mirza Gulam Ahmad tidak memiliki penerus yang punya pemikiran Waras dalam memahami Aqidah yang Haq.

Aliran atau Sekte ini terpecah menjadi 2 Bagian :

1. Basyiruddin Mahmud Ahmad - Ahmadiyah Qadiyan : sekte Ahmadiyah Qadiyan ini dalam ajarannya berani mencela Muslim lain sebagai kafir dan beranggapan bahwa Mirza Ghulam Ahmad bukan hanya sebagai seorang Aulia (wali Allah) akan tetapi menganggapnya sebagai Nabi dan Rasul yang harus ditaati dan dipatuhi seluruh ajarannya. dengan demikian, Mahdi-isme Ahmadiyah lebih realistis daripada Mahdi-isme Syi’ah Isna 'Asyariyyah.

Terpilihnya Basyiruddin Mahmud sebagai Khalifah al-Mahdi yang kedua, tampaknya tidak mendapat dukungan penuh dari seluruh Jemaat Ahmadiyah, disaat yang sama, maka muncullah Ahmadiyah tandingan.

2. Khawaja Kamaluddin dan Maulawi Muhammad ‘Ali - Ahmadiyah Lahore (Ahmadiyah Anjuman Isha’at Islam) : sekte Ahmadiyah Lahore memandang Mursyidnya, yaitu Mirza Gulam Ahmad sebagai al-Masih dan al-Mahdi serta sebagai Mujaddid dan Aulia (wali Allah) tapi tidak sebagai Nabi.

"Padahal Mirza Gulam Ahmad sendiri tidak pernah mengakui dan menyatakan bahwa dirinya adalah Imam Mahdi atau sebagai Wali Allah apalagi sampai mengaku sebagai Nabi." hanya murid-muridnya saja yang mudah di sesatkan Iblis.

"Banyak pula cendikiawan muslim yang mengatakan bahwa Ahmadiyah bukanlah aliran Thoriqoh, melainkan sebuah golongan yang sengaja diciptakan oleh pihak ke-3 yang membenci Islam dan ingin menghancurkan Islam dari dalam melalui metode menyamarkan ajaran Islam dan dengan cara pengrusakan Aqidah..

Dan belakangan ini telah terungkap fakta kebenaran dari berbagai sumber yang mengatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang Teolog Yahudi yang sangat faham mengenai Fan Tasawuf dan di bayar oleh Koloni Penjajah Inggris yang menduduki india waktu itu untuk meredam Pemberontakan ikhwanul-muslimin dengan cara menarik Massa menjadi jama'ahnya yang Pro kepada Pemerintah Penjajah sekaligus menyusupkan Pemahaman2 Musyrik ke Otak jamaahnya agar secara tidak langsung menjadi Murtad (keluar dari iman ke-Islaman)"

 

Dalam dunia Islam sendiri dikenal Beberapa Toriqoh yang Mu'tabar, diantaranya adalah :

No. Thoriqoh :    Pendiri / Mursyid   -   Tempat Berdiri

1. Adhamiyah : Ibrahim bin Adham - Damaskus Suriah
2. Ahmadiyah : Mirza Ghulam Ahmad - Qadian India  < SESAT >
3. Alawiyah : Abu Abbas Ahmad bin Mustafa al-alawi - Mostaghanem Aljazair
4. Alwaniyah : Syekh Alwan - Jeddah Arab Saudi
5. Ammariyah : Ammar Bu Senna - Constantine Aljazair
6. Assyaqiyah : Hasanuddin - Istanbul Turki
7. Asyrafiyah : Asyraf Rumi - Chin Iznik Turki
8. Babayyah : Abdul Ghani - Adrianopel Turki
9. Bahramiyah : Hajji Bahrami - Ankara Turki
10. Bakriyah : Abu Bakar Wafa'i - Aleppo Suriah
11. Bektasyi : Bektasyi Veli - Kir Sher Turki
12. Bustamiyah : Abu Yazid Al-Bustami - Jabal Bistam Iran
13. Gulsyaniyah : Ibrahim Gulsyani - Cairo Mesir
14. Haddadiyah : Sayid Abdullah bin Alawi bin Muhammad Al-Haddad - Hijaz Arab Saudi
15. Idrisiyah : Sayid Ahmad bin Idris bin Muhammad bin Ali - Asir Arab Saudi
16. Ightibasyiyah : Syamsuddin - Magnesia Yunani
17. Jalwatiyah : Pir Uftadi - Brusa Turki
18. Jamaliyah : Jamaluddin - Istanbul Turki
19. Kabrawiyah : Najmuddin - Khurasan Iran
20. Khalwatiyah : Umar Al-Khalwati - Kayseri Turki
21. Maulawiyah : Jalaluddin Ar-Rumi - Konya Anatolia
22. Muradiyah : Murad Syami - Istanbul Turki
23. Nabawiyah : Kyai Abdul Wahid Al-Asy'ari - Garut Indonesia
24. Naqsyabandiyah : Muhammad Al-Uwaisi Al-Bukhori An-Naqsyabandi - Qadri Arifan Turki
25. Niyaziyah : Muhammad Niyaz - Lemnos Turki
26. Ni'matallahiyah : Syah Wali Ni'matallah - Kirman Iran
27. Nurbakhsyiyah : Muhammad Nurbakh : Khurasan Iran
28. Nuruddiniyah : Nuruddin - Istanbul Turki
29. Rifa'iyyah : Sayid Ahmad Rifa'i - Baghdad Iraq
30. Sadiyah : Sa'duddin Jibawi - Damaskus Iraq
31. Safawiyah : Safiuddin - Ardebil Turki
32. Sammaniyah : Muhammad bin Samman - Madinah Arab Saudi
33. Sanusiyah : Sidi Muhammad bin Ali As-Sanusi - Tripoli Libanon
34. Saqotiyah : Sirri Saqoti - Baghdad Iraq
35. Shiddiqiyah : Kyai Mukhtar Mukti - Jombang Indonesia
36. Sinnan Ummiyah : Alim Sinan Ummi - Awali Turki
37. Suhrawardiyah : Syihabuddin Abu Hafs Umar bin Abdullah As-Suhrawardi - Baghdad Iraq
38. Sunbuliyah : Sunbul Yusuf Bulawi - Istanbul Turki
39. Syamsiyah : Syamsuddin - Madinah Arab Saudi
40. Syattariyah : Abdullah As-Syattari - India
41. Syadziliyah : Abul Hasan Ali As-Syadzili - Makkah Arab Saudi
42. Qadiriyah : Abdul Qadir al-Jailani - Baghdad Iraq
43. Quthbiyah : M.R Bawa Muhayyadin - Jaffna Sri Lanka
44. Tijaniyah : Abul Abbas Ahmad bin Muhammad At-Tijani - Fes Maroko
45. Umm Sunaniyah : Syekh Umm Sunan - Istanbul Turki
46. Wahabiyah : Muhammad bin Abdul Wahhab - Nejd Arab Saudi
47. Zainiyah : Zainuddin - Kuffah Iraq